Dananrara. (Djati Waluyo/ Jawapos.com)
JawaPos.com - EO PT Danantara Development Management Fund (DDMF), Sigit Puji Santosa, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing industri manufaktur di pasar global.
Meski sekitar 82 persen nilai ekspor manufaktur Indonesia berasal dari dalam negeri, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur dunia masih relatif rendah, yakni sekitar 0,3 persen.
Menurut Sigit, kondisi tersebut menunjukkan perlunya investasi jangka panjang yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pengembangan industri bernilai tambah tinggi.
Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Trade in Value Added (TiVA) 2025, porsi nilai domestik dalam ekspor manufaktur Indonesia mencapai 82 persen. Angka itu setara dengan Tiongkok sebesar 81 persen dan lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, serta Vietnam.
"Namun, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur global masih sekitar 0,3 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan skala, kompleksitas, dan daya saing industri nasional," ujar Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (11/10).
Berdasarkan situasi ekonomi dan iklim industri Indonesia saat ini, tahap industrialisasi perlu berfokus pada penguatan pemasok domestik, kapabilitas teknologi, inovasi, dan keterhubungan dengan pasar global.
Industri seperti semikonduktor, kecerdasan artifisial, serta manufaktur berbasis teknologi dapat menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus memperluas kesempatan kerja berkualitas.
Sigit menilai, Indonesia memiliki fondasi yang kuat, namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengembangkan industri dengan kompleksitas dan nilai tambah yang lebih tinggi agar mampu bersaing secara global.
Transformasi tersebut membutuhkan pembiayaan berjangka panjang. Meski begitu, banyak proyek strategis tapi belum sepenuhnya bankable karena menghadapi kesenjangan struktur komersial, risiko permintaan, pengadaan lahan, ketidakpastian kebijakan, koordinasi lintas lembaga, maupun ketidaksesuaian tenor pembiayaan.
Ia mengatakan, Danantara Development Management Fund (DDMF) dibentuk untuk menjembatani kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek yang layak secara ekonomi, tetapi memerlukan waktu lebih panjang untuk mencapai kelayakan finansial.
Sebagai holding investasi yang berfokus pada pembangunan nasional dan pelayanan publik, DDMF menjalankan peran katalitik melalui penyiapan proyek, penyusunan struktur investasi yang bankable, mobilisasi modal jangka panjang, serta pengawalan pelaksanaan proyek hingga menghasilkan dampak.
Sigit menekankan pentingnya dukungan publik terhadap mandat DDMF dalam mendorong pembangunan nasional.
"DDMF hadir untuk memediasi kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang secara ekonomi viable, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai hasilnya. Karena itu, kami menjalankan peran catalytic investment agar dampak strategis dan ekonomi proyek dapat dikapitalisasi," ucapnya.
Sigit mengatakan, dalam menilai investasi, DDMF mempertimbangkan tiga dimensi secara bersamaan, yakni nilai dan dampak strategis, kelayakan ekonomi, serta kelayakan finansial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022