
Cover Buku. (Istimewa)
”Pancuran deras air hangat mengguyur tubuhku dan seketika mengingatkanku bahwa aku sedang tidak berada di Ramallah. Di sini, aku tidak perlu mandi dengan waswas di Ramallah; jikalau tidak segera menutup keran, aku akan merasa bersalah setelah menghabiskan air di bak penampungan sehingga para tetanggaku tidak kebagian.” (hal 104).
Demikian, pada akhirnya, detail-detail kecil dalam novel sepanjang 118 halaman ini berhasil menyadarkan pembaca bahwa konflik yang berlarut-larut antara Israel dan Palestina sejatinya tidak menghasilkan apa-apa kecuali derita-nestapa yang menimpa rakyat sipil semata. Dan, apa yang Adania suarakan dari sudut Palestina jelas akan meninggalkan gema yang menggetarkan sekaligus mengusik nurani pembaca seantero dunia. (*)
---
---
*) Atu Fauziah, Menulis esai, resensi, dan puisi; bergiat di Lingkar Studi Feminis

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
