
Cover Buku. (Istimewa)
Nasihat ini sekaligus nasihat kepada pembaca dan penganut bahwa sastra tidak melulu soal hal-hal besar, hal-hal yang bersifat avant-garde, sejarah yang tidak tersampaikan, duka peperangan, dan seterusnya. Jelas itu tema-tema yang tidak akan lekang. Tapi, bagaimana Toples memaknai kejadian dan runyamnya isi kepala remaja pun penting dan genting disampaikan.
Dalam penjenjangan usia, kebanyakan novel kita melewatkan jenjang coming of age sebagaimana usia Toples dalam Jagat Rajawali ini. Jenjang usia remaja seperti Toples selalu dibenturkan untuk dua polarisasi kebanyakan: cinta-cintaan remaja atau kisah pergulatan mengejar mimpi.
Terlalu simpel rasanya menempatkan anak-anak seusia Toples dalam pergulatan kapitalisme, bahwa tugas mereka hanya mengejar impian demi masa depan berduit melimpah. Tidak adakeseruan berjumpa orang baru di perpustakaan, bersepeda ke sumur tua, atau membayangkan di kepalanya riuh oleh pertarungan lumba-luma, rajawali, dan harimau.
Novel ini memang tidak memberi titik terang apakah Toples ”berubah” dalam pergulatan jiwanya. Seperti sebuah syarat ketika novel disebut sebagai coming of age atau yang mengusung bildungsroman. Tidak terang, tapi bukan berarti tidak ada.
Novel ini harus dibaca pula oleh mereka yang mengamati psikologi perkembangan. Tiga binatang dalam kepala Toples sangat simbolik dan menarik untuk didekati secara teori psikologi, sebuah lapisan baru yang menguatkan fungsi sastra sebagai bor tajam yang mengorek psikologis manusia.
Setelah Olenka dan Ny. Talis karya Budi Darma, sudah cukup lama tidak membaca novel dengan latar Surabaya yang dipotret dari jalan demi jalan, susuran aspal yang cukup detail seperti ini. Kacamata pengamat dan detail seperti denah ini juga menjadi daya tarik petualangan Toples.
Jagat Rajawali memperlihatkan bahwa susastra punya jangkauan luas, menghargai semua cerita, dan tidak terjebak pada pengultusan tema tertentu. Ibarat orang tua, susastra seharusnya sudah mulai ngobrol dengan siapa saja, termasuk Toples remaja SMP yang penuh gejolak dan pemikiran aneh-aneh yang kadang di luar nalar. (*)
---

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
