Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juni 2025 | 15.00 WIB

Bukan Hal-Hal Besar, tapi Berharga untuk Diceritakan

Cover Buku. (Istimewa) - Image

Cover Buku. (Istimewa)

Nasihat ini sekaligus nasihat kepada pembaca dan peng­anut bahwa sastra tidak melulu soal hal-hal besar, hal-hal yang bersifat avant-garde, sejarah yang tidak tersampaikan, duka peperangan, dan seterusnya. Jelas itu tema-tema yang tidak akan lekang. Tapi, bagaimana Toples memaknai kejadian dan runyamnya isi kepala remaja pun penting dan gen­ting disampaikan.

Dalam penjenjangan usia, kebanyakan novel kita me­le­wat­kan jenjang coming of age sebagaimana usia Toples da­lam Jagat Rajawali ini. Jenjang usia remaja seperti Toples selalu dibenturkan untuk dua polarisasi kebanyakan: cinta-cintaan remaja atau kisah pergulatan mengejar mimpi.

Terlalu simpel rasanya me­nempatkan anak-anak seusia Toples dalam pergulatan ka­pitalisme, bahwa tugas me­reka hanya mengejar impian demi masa depan berduit melimpah. Tidak adakeseruan berjumpa orang baru di perpustakaan, ber­se­pe­da ke sumur tua, atau membayangkan di kepalanya riuh oleh pertarungan lumba-luma, rajawali, dan harimau.

Novel ini memang tidak mem­beri titik terang apakah Toples ”berubah” dalam per­gulatan jiwanya. Seperti sebuah syarat ketika novel disebut sebagai coming of age atau yang mengusung bildung­sroman. Tidak terang, tapi bukan berarti tidak ada.

Novel ini harus dibaca pula oleh mereka yang mengamati psikologi perkembangan. Tiga binatang dalam kepala Toples sangat simbolik dan menarik untuk didekati secara teori psikologi, sebuah lapisan baru yang menguatkan fungsi sastra sebagai bor tajam yang mengorek psikologis manusia.

Setelah Olenka dan Ny. Talis karya Budi Darma, sudah cukup lama tidak membaca novel dengan latar Surabaya yang dipotret dari jalan demi jalan, susuran aspal yang cukup detail seperti ini. Kacamata pengamat dan detail seperti denah ini juga menjadi daya tarik pe­tualangan Toples.

Jagat Rajawali mem­per­lihatkan bahwa susastra punya jangkauan luas, menghargai semua cerita, dan tidak terjebak pada pengultusan tema ter­tentu. Ibarat orang tua, susastra seharusnya sudah mulai ngo­brol dengan siapa saja, ter­masuk Toples remaja SMP yang penuh gejolak dan pe­mikiran aneh-aneh yang ka­dang di luar nalar. (*)

---

  • Judul: Jagat Rajawali
  • Penulis: Eko Darmoko
  • Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Terbit: Pertama, Mei 2025
  • Tebal: v + 247halaman
  • ISBN: 9786231343727
Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore