Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Maret 2018 | 15.41 WIB

Keren! Flyover Laluan Madani Batam Diresmikan, Nih Fotonya

Flyover Laluan Madani di Batam yang diresmikan Desember 2017 - Image

Flyover Laluan Madani di Batam yang diresmikan Desember 2017

JawaPos.com - Pemerintah terus mengembangkan secara masif proyek infrastruktur guna mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga. Salah satunya, pengoperasian pembangunan Flyover (FO) Laluan Madani yang berada di Simpang Jam, Kota Batam, Kepulauan Riau.


Jembatan Bentang Panjang di Batam, Riau ini sejatinya telah diresmikan Desember 2017 lalu. Pembangunan FO Laluan Madani dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan parah di Simpang Jam yang dilalui arus lalu lintas dari Bandara Hang Nadim yang menuju pusat Kota Batam.


"Kehadiran infrastruktur jembatan disamping memperlancar arus lalu lintas juga perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggan masyarakatnya dan menambah estetika kota," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Minggu (4/3).


Basuki menambahkan, pada jam sibuk, kawasan Simpang Jam setiap harinya dilintasi sekitar 272 ribu kendaraan. Untuk mengatasi kemacetan di kawasan itu, FO Laluan Madani dibangun dengan panjang 460 meter dan memiliki 3 lajur disetiap arahnya. Pembangunan jembatan dikerjakan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan biaya Rp 180 miliar.


Dijelaskan, setelah FO Laluan Madani, nantinya Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan FO di Simpang Kabil yang berjarak sekitar 3 km dari FO Laluan Madani. Direncanakan pembangunan akan dilakukan pada tahun 2019.


Kepala Balai Pelaksanaan Jalan IV, Ditjen Bina Marga Junaidi mengatakan, pembangunan Flyover (FO) Laluan Madani mengangkat ornamen Melayu yang dapat dilihat pada dinding dan pilar Flyover.


"Dalam membuat desain ornamen, BPJN IV juga melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) dimana setiap ornamen memiliki filosofi," katanya.


Ia menjelaskan, pada dinding FO, terdapat ornamen pucuk rebung uang. Filosofi ini dianggap harapan baik, karena bambu merupakan pohon yang tidak mudah tumbang oleh tiupan angin.


Untuk Ornamen Lebah Bergayut sendiri, mencerminkan tentang rumah lebah madu yang dulu banyak terdapat di bumi Melayu Riau. Lalu pada pilar jembatan terdapat ornamen besar berbentuk Bunga Tudung yang melambangkan perlindungan atau pengayoman.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore