
Wakil Presiden Jusuf Kalla
JawaPos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenang masa-masa saat mudik Lebaran pada 1950 hingga 1970-an. JK menceritakan angkutan umum seperti bus, kereta, dan kapal laut masih menjadi primadona masyarakat Indonesia saat mudik Lebaran kala itu.
"Itu kalau di media massa pasti fotonya lagi angkat barang lewat jendela. Ada anak kecil dimasukin lewat jendela, ya seperti itulah, zaman itu yang penting sampai kampung. Namun sekarang sudah teratur, kereta sudah teratur," ujarnya di acara Transportation Review, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/5).
Seiring berjalannya waktu dan perekonomian semakin membaik dan meningkat, katanya, masyarakat mulai beralih ke transportasi pribadi, seperti menggunakan mobil dan motor untuk pulang ke kampung halaman. Hal ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalur Pantai Utara (Pantura) setiap mudik Lebaran.
"Makanya muncul masalah pada dua tahun lalu di pintu keluar Tol Brebes, atau brexit saat itu. Selain itu, ada sebuah pola transportasi mengapa sering terjadi macet di Jawa Tengah. Sebab, mereka yang mudik dari arah barat menuju timur. Nah saat di Jawa Tengah inilah ada perpecahan jalan sehingga tidak menimbulkan kepadatan parah di kawasan Jawa Timur," jelas JK.
Meski begitu, dia juga merasa bersyukur. Dengan adanya mudik Lebaran, bukan berarti perekonomian akan terhenti. Justru, perekonomian akan berjalan lebih baik di hari-hari libur, apalagi Lebaran.
"Justru dari sisi ekonomi akan berjalan banyak saat berlibur. Contoh, kalau jalan-jalan kan beli makanan, beli tiket ke tempat wisata. Kecuali pegawai pemerintah, sebagian pasti ada yang masuk kerja dan itu tidak lebih dari 4 juta orang yang libur," kata JK.
"Walaupun memang ekonomi bergerak lebih kencang konsumsinya menjelang Lebaran. Karena orang-orang belanja sebelum Lebaran, toko-toko banyak yang buka," tukasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
