Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2020 | 02.00 WIB

Bolak-balik Revisi APBN, Pemerintah Pangkas Belanja K/L Rp 50 Triliun

Pejabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf (dua kanan) meninjau tes cepat masal Covid-19 di tempat pelelangan ikan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/6). Humas Pemkot Makassar/Antara - Image

Pejabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf (dua kanan) meninjau tes cepat masal Covid-19 di tempat pelelangan ikan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/6). Humas Pemkot Makassar/Antara

JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan kembali merevisi sejumlah postur dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020. Bolak-balik diubahnya APBN itu seiring dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang menyerang perekonomian RI.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan, nantinya dalam revisi APBN tahun ini pemerintah juga akan memotong anggaran kementerian dan lembaga untuk dialihkan dalam penanganan Covid-19. Dia menyebut, penghematan seluruh belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp 50 triliun.

Adapun anggaran belanja pemerintah pusat naik Rp 123,3 triliun menjadi Rp 1.974,4 triliun. "Dalam revisi ini outlook belanja negara naik Rp 124,5 triliun menjadi Rp 2.738,4 triliun dari yang sebelumnya Rp 2.613,8 triliun. Itu masih mungkin. Kita harus hati-hati," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Febrio merincikan, pemerintah akan menurunkan belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 50 triliun menjadi Rp 786,5 triliun dari yang sebelumnya Rp 836,5 triliun. Sementara, untuk belanja non K/L mengalami kenaikan Rp 173,3 triliun menjadi Rp 1.187,9 triliun dari yang sebelumnya Rp 1.014,6 triliun.

Dia menambahkan, anggaran transfer daerah dan dana desa (TKDD) juga mengalami peningkatan tipis menjadi Rp 763,9 triliun dari yang sebelumnya Rp 762,7 triliun. "Peningkatan anggaran ini salah satunya dikarenakan mengakomodasi tambahan pembiayaan akibat pelebaran defisit fiskal ke level 6,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore