Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Desember 2024, 04.39 WIB

Cek Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Menko Zulkifli Hasan Jamin PPN 12 Persen Tak Ganggu Harga Pangan, Tidak Akan Ikut Naik

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, saat meninjau harga bapok di Pasar Dukuh Kupang, Jumat (20/12). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, saat meninjau harga bapok di Pasar Dukuh Kupang, Jumat (20/12). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen, tidak memengaruhi harga beras. Begitu juga dengan komoditas pangan lainnya.

"Nggak ada (kenaikan harga). Beras medium premium aman. Pangan nggak ada kena pajak apapun yang 12 persen," ujar Zulhas, sapaan karibnya, saat meninjau harga bahan pokok (bapok) di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, Jumat (20/12).

Ia menegaskan bahwa komoditas pangan tidak akan mengalami kenaikan harga. Alias tidak terimbas PPN 12 persen yang akan ditetapkan per 1 Januari 2025 mendatang. Menurut dia, ini kabar bahagia bagi masyarakat juga pedagang pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Politikus PAN itu mengungkapkan hasil peninjauannya. Meski harga pangan cenderung turun tipis, Zulhas menyebut stok pangan di Pasar Dukuh Kupang Surabaya melimpah.

"Kita boleh katakan stabil harganya. Tadi ayam Rp 26 ribu satu kilo, daging sapi Rp 130 ribu per satu kilo, bawang merah Rp 35 ribu, bawang putih Rp 42 ribu. Kemudian Minyakita banyak yang jual Rp 15.700," urainya.

Sementara komoditas telur diakui Zulhas mengalami kenaikan. Di Pasar Dukuh Kupang, satu kilogram telur rata-rata dibanderol Rp 30 Ribu. Lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 29 Ribu.

"Kalau Rp 24–25 Ribu, tutup peternak telur. HET Rp 29 Ribu, saya suka dimarahi, dibully. Karena harga itu kalau terlalu murah peternak petani tutup. Jadi harga itu jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah," jelasnya. 

Terkait cuaca ekstrem yang sedang melanda Kota Surabaya, Zulhas memastikan hal itu tiak menjadi masalah. Sebab, stok pangan di Surabaya dapat dikatakan aman. Seperti gula yang saat ini stoknya 1,4 juta ton.

"Sementara stok beras ada 8 juta ton lebih, 2 juta di Bulog (Badan Urusan Logistik). Jadi aman," tukas Zulhas. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan pangan untuk merayakan momen Natal dan Tahun Baru. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore