
Siswa saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tak hanya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja besar-besaran bagi lulusan sarjana muda. Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan mengungkapkan, program ini diproyeksikan menciptakan 90.000 lapangan kerja baru.
"Sudah direkrut 30.000 sarjana untuk menjadi kepala unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Totalnya nanti ada 90.000 tenaga kerja, semuanya sarjana, untuk ditempatkan di 30.000 SPPG di seluruh provinsi," ujar Tigor.
Struktur satuan pelayanan ini akan diisi oleh tiga jenis lulusan sarjana, yakni Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan. Ketiganya akan bekerja bersama di setiap unit layanan gizi. "Setiap satuan pelayanan akan memiliki satu Kepala, satu Ahli Gizi, dan satu Akuntan. Usia yang dibutuhkan berkisar 22 hingga 30 tahun," jelasnya.
Selain menyasar peningkatan gizi, Tigor menyebut program MBG akan menggerakkan roda ekonomi daerah. Salah satunya melalui pembelian bahan pangan dari desa-desa. "Ini menciptakan perputaran ekonomi. Petani akan lebih semangat karena hasil produksinya dibeli untuk kebutuhan program ini," ujarnya.
Hingga saat ini, sudah terbentuk 1.295 SPPG di 38 provinsi. Pemerintah menargetkan membentuk 30.000 unit SPPG untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2025.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
