
Muhammad Haris, seorang pensiunan Kementerian Agama (Kemenag) yang sukses mengembangkan usaha Warung Pecak dengan memanfaatkan kredit dari Bank Bank DP Taspen. (Istimewa).
JawaPos.com - Di sebuah sudut teduh di Jalan Bhakti, Sudimara Pinang, Kecamatan, Pinang, Kota Tangerang, berdiri sebuah warung bambu yang aroma masakannya mampu menghentikan langkah siapa saja yang lewat. Warung Pecak Mpok Minun—nama yang akrab di telinga warga sekitar—bukan hanya tempat makan, tapi juga ruang di mana cerita semangat hidup tersaji bersama sambal pecak yang pedasnya membangkitkan selera.
Siang itu, angin berhembus ringan, menyapu tirai bambu yang setia menjadi dinding. Di sudut meja panjang, Muhammad Haris, seorang pensiunan Kementerian Agama (Kemenag), tersenyum ramah. Di sebelahnya, Ibu Maimunah—yang akrab dipanggil Mpok Minun—menyajikan sepiring pecak gurame dengan lalapan segar.
“Delapan tahun setelah pensiun, kami sekeluarga sepakat mendirikan warung ini. Tanahnya cuma 300 meter, modalnya Rp50 juta. Alhamdulillah, berkembang," ucap Haris dikutip dari video reels Bank DP Taspen, Kamis (14/8).
Kisahnya sederhana tapi menghangatkan hati. Saat banyak orang menganggap pensiun sebagai akhir dari perjalanan produktif, Haris justru memandangnya sebagai awal babak baru. Baginya, usia bukan alasan untuk berhenti. “Nggak boleh loyo, nggak boleh ngoyo,” katanya. “Kita punya kemampuan dasar bikin pecak, ya kenapa nggak kita jalankan?," tambahnya.
Keuletan itu didukung oleh langkah berani mengambil kredit di Bank DP Taspen. “Pinjam untuk menambah modal, supaya warung ini bisa berkembang, maju,” jelas Mpok Minun sambil menuang teh panas ke cangkir.
Hubungan Haris dengan pihak bank pensiunan itu pun terjalin akrab. “Mudah banget lah urusannya. Petugasnya sampai datang ke rumah. Nyaman, terpercaya, nggak menyulitkan nasabah,” tuturnya sambil terkekeh.
Kini, Warung Pecak Mpok Minun bukan hanya ramai pembeli, tapi juga menjadi inspirasi. Haris dan Minun sering memberi motivasi kepada pensiunan lain agar tak takut memulai usaha. “Kalau mau usaha, mulai aja. Niat baik, usaha, dan penyuluhan yang enak, InsyaAllah jalan. Seperti saya butuh modal ke Bank DP Taspen saja, Pelayanannya Mudah dan Nyaman.” Pesan Mpok Minun dengan senyum yang menghangatkan sore itu.
Di warung bambu ini, kesuksesan disajikan bukan hanya di atas piring, tapi juga di setiap cerita yang lahir dari keberanian memulai kembali. Dan dari setiap suapan pecak gurame, pembeli seakan ikut mencicipi manisnya hasil kerja keras yang dibumbui semangat pantang menyerah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
