
Jajaran direksi Bank DP Taspen. (Istimewa)
JawaPos.com – Bank DP Taspen membukukan kinerja positif hingga pertengahan 2025 dengan pertumbuhan aset dan laba bersih yang signifikan. Total aset per Juni 2025 mencapai Rp1,08 triliun, tumbuh 32,44% dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Dari sisi profitabilitas, laba bersih juga melonjak menjadi Rp18,44 miliar, atau tumbuh 40,01% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kita bukan hanya dari sisi aset, tetapi juga benar-benar menghasilkan keuntungan yang sehat,” ujar Direktur Utama Bank DP Taspen, Iwan Soeroto kepada Jawapos.com, Kamis (18/9).
Penghimpunan dana masyarakat (funding) tercatat Rp944,07 miliar, sementara penyaluran kredit (lending) sebesar Rp930,78 miliar. Mayoritas kredit disalurkan kepada segmen pensiunan yang menjadi fokus utama perseroan.
Dari sisi kesehatan bank, sejumlah indikator menunjukkan hasil positif. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 15,51%, Non Performing Loan (NPL) hanya 0,80%, Return on Asset (ROA) 4,54%, serta BOPO 70,21%. Likuiditas juga terjaga dengan Cash Ratio 11,99%.
Sepanjang tahun ini, Bank DP Taspen juga merampungkan merger dengan BPR DP Taspen Jateng. Aksi korporasi tersebut membuat total aset perseroan menembus Rp1 triliun sekaligus memperkuat posisi sebagai BPR yang solid. Di sisi jaringan, perusahaan menambah kantor cabang ke-8 di Purwokerto untuk memperluas layanan di Jawa Tengah, khususnya Banyumas.
Gedung Bank DP Taspen. (Istimewa)
Untuk produk, sejumlah layanan masih menjadi favorit nasabah, di antaranya tabungan BUJANG Reward Emas, BUJANG Qurban & Umrah, Kredit Pensiun dengan bunga kompetitif hingga usia 80 tahun sehingga tetap bisa berdaya secara finansial dengan "Mudah dan Nyaman", serta Tabungan Pembayaran Pensiun.
Selain itu, program seperti DPentas Vaganza (tabungan arisan berhadiah motor dan handphone) juga masih jadi favorit karena konsepnya menyenangkan, ada unsur hadiah, dan cocok untuk komunitas. Di mana untuk mengikuti tabungan ini syaratnya cukup mudah yaitu dengan setoran kelipatan Rp1jt untuk mendapatkan kupon undiannya.
Menjelang akhir tahun, manajemen menargetkan aset tembus Rp1,212 triliun dengan laba bersih Rp34 miliar. Efisiensi juga akan dijaga dengan mempertahankan rasio BOPO di bawah 80%.
Ke depan, Bank DP Taspen menyiapkan tiga arah utama pengembangan bisnis, yakni ekspansi jaringan, digitalisasi layanan melalui platform PADI, ATM, serta core banking digital, dan penguatan SDM serta tata kelola.
“Harapan kami sederhana tapi besar. Bank DP Taspen bisa jadi bank pilihan utama pensiunan, sekaligus mitra masyarakat dalam mengelola keuangan,” tutup Iwan.
