Hery Gunardi, Direktur BRI, siap terima suntikan likuiditas dari pemerintah untuk mendukung UMKM dan sektor riil. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktur BRI, Hery Gunardi mengaku siap untuk kembali menerima suntikan likuiditas dari pemerintah. Terlebih penyerapan dari Rp 55 triliun realisasinya sudah mencapai 65 persen dan akan habis pada akhir bulan ini.
Saat ditanya soal permintaan dana tambahan, Hery menyebut masih akan menghitung. Tetapi dia memastikan bakal siap jika ditambah berapapun nilai suntikannya.
"Nanti kita hitung, tergantung yang mau kasih kan. Kita terima berapa pun," kata Hery Gunardi saat ditemui di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (8/10).
Hery juga menjelaskan bahwa sebagian besar dana tersebut telah dialirkan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bahkan, dia mengungkapkan bahwa booking penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI sangatlah tinggi mencapai Rp 1,5 triliun.
"Booking UMKM kita itu sehari ya KUR dan sebagainya mikro sekitar 1,2-1,5 triliun, jadi itu," imbuhnya.
Namun Hery juga mengungkapkan, likuiditas dari pemerintah tidak hanya diberikan kepada UMKM. Tetapi juga korporasi yang ada hubungannya dengan sektor riil untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.
Lebih rinci, Hery menyebut penyaluran likuiditas dari pemerintah diberikan ke sejumlah sektor. Mulai dari pertanian, perkebunan hingga perdagangan. "Sektornya macam-macam, kalau di BRI kan ada pertanian, perkebunan, perdagangan juga ada, industri juga ada," rincinya.
Terakhir, Hery juga memastikan bahwa sisa penyerapan likuditas yang mencapai 35 persen lagi akan disalurkan paling lambat akhir bulan Oktober ini. "(35 persen likuiditas) paling lama (akan disalurkan) bulan ini sih," tukasnya.
Untuk diketahui, Bank BRI menjadi salah satu bank milik negara yang menerima suntikan dana sebesar Rp 200 triliun dari pemerintah. Dari dana tersebut, Bank BRI menerima sebesar Rp 55 triliun.
Adapun tujuannya pemerintah menyalurkan dana Rp 200 triliun demi menggenjot pertumbuhan di sektor ekonomi dan keuangan RI. Dana itu nantinya akan ditempatkan dan disimpan di rekening pemerintah di bank. Sehingga nantinya dapat digunakan oleh perbankan, salah satunya untuk menggenjot pertumbuhan kredit masyarakat.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
