Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta juga mulai dipadati kendaraan arus balik. Ruas ini memiliki karakteristik khusus karena melewati jalur pegunungan dengan tanjakan dan turunan panjang.
Kepadatan hari ini lebih terasa dari arah Bandung menuju Jakarta. Selain volume kendaraan yang meningkat, faktor cuaca dan kondisi jalan yang berkelok membuat laju kendaraan cenderung melambat, terutama di beberapa titik rawan.
Pengendara diimbau ekstra waspada, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan prima. Tol Cipularang kerap mengalami kepadatan bukan hanya karena jumlah kendaraan, tetapi juga akibat kendaraan berat yang bergerak lebih lambat di jalur tertentu.
4. Tol Dalam Kota Jakarta, Efek Domino Arus Balik
Tak hanya ruas tol antarkota, Tol Dalam Kota Jakarta juga mulai merasakan efek arus balik. Kepadatan terlihat di beberapa titik yang menjadi akses masuk dari Tol Jagorawi, Tol Cikampek, dan Tol Tangerang.
Arus kendaraan yang masuk ke Jakarta menyebabkan kepadatan merambat, terutama pada jam-jam sibuk.
Bagi pemudik yang sudah mendekati tujuan akhir, kondisi ini sering kali menjadi ujian terakhir setelah menempuh perjalanan panjang.
Meski tergolong padat, lalu lintas di Tol Dalam Kota masih terpantau bergerak. Namun, pengendara disarankan memanfaatkan aplikasi navigasi untuk memilih rute tercepat dan menghindari titik-titik kemacetan.
5. Jalan Tol Trans Sumatera, Trafik Melonjak Drastis
Tak hanya di Jawa, arus balik Nataru juga mulai terasa di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Secara keseluruhan, volume lalu lintas di jaringan tol ini dilaporkan melonjak tajam, bahkan mencapai lebih dari 40 persen dibanding hari normal.
Salah satu ruas yang menjadi sorotan adalah Tol Betung–Tempino–Jambi. Ruas ini mengalami kepadatan cukup tinggi akibat pergerakan masyarakat yang kembali ke kota-kota besar di Sumatera setelah libur panjang.
Peningkatan trafik ini menjadi sinyal bahwa mobilitas masyarakat di Sumatera semakin tinggi, seiring bertambahnya ruas tol yang beroperasi penuh. Pengguna JTTS diimbau memperhatikan kondisi bahan bakar dan beristirahat cukup, mengingat jarak antarkota yang relatif panjang.
Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan arus balik dalam beberapa hari ke depan, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Pertama, selalu pantau informasi lalu lintas terkini melalui sumber resmi seperti Jasa Marga, media sosial kepolisian, atau aplikasi navigasi digital.
Kedua, atur waktu perjalanan sefleksibel mungkin. Jika memungkinkan, hindari jam-jam favorit arus balik dan manfaatkan waktu dini hari atau malam hari untuk perjalanan jarak jauh.
Ketiga, pastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima. Arus balik sering kali lebih melelahkan karena perjalanan panjang dilakukan setelah liburan.
Dengan persiapan yang matang dan informasi yang akurat, perjalanan arus balik Nataru diharapkan tetap aman, nyaman, dan lancar hingga kembali ke aktivitas sehari-hari.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
