
Logo Lembaga Penjamin Simpanan. (LPS)
JawaPos.com — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan sebesar 3,50 persen. Kebijakan ini diambil di tengah tren suku bunga pasar yang relatif menurun, namun dengan kondisi likuiditas dan permodalan perbankan nasional yang tetap kuat.
Keputusan tersebut sebagaimana ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) LPS pada Senin, 19 Januari 2026. Tak hanya menahan TBP di bank umum, pihaknya pun turut menahan TBP simpanan Rupiah pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebesar 6,00 persen.
Selanjutnya, TBP simpanan valuta asing di bank umum sebesar 2,00 persen yang secara ketentuan berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026.
Pgs. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, menjelaskan bahwa penetapan TBP dilakukan secara kredibel dan komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor.
“Mulai dari tingkat suku bunga pasar untuk simpanan yang trennya relatif menurun, jumlah simpanan di perbankan yang tumbuh positif dengan kondisi likuiditas perbankan yang memadai, tingkat cakupan penjaminan simpanan yang jauh di atas mandat Undang-Undang, serta prospek dan momentum pertumbuhan ekonomi dan risiko makroekonomi global dan nasional,” ujar Ferdinan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1).
Ia berharap, perbankan senantiasa memperhatikan TBP dalam rangka penghimpunan dana dari masyarakat agar tetap sesuai ketentuan penjaminan LPS.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa intermediasi perbankan masih terjaga dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang kuat serta risiko kredit yang terkendali.
"LPS juga mencatat, program penjaminan simpanan dengan nilai maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank telah mencakup 99,94 persen rekening bank umum dan 99,97 persen rekening BPR, jauh di atas mandat Undang-Undang yang sebesar 90 persen," jelasnya.
Selanjutnya, Ferdinan juga menegaskan pentingnya peran bank dalam menyampaikan informasi TBP kepada nasabah secara transparan dan terbuka.
Ia mengimbau agar bank menempatkan informasi TBP di lokasi yang mudah diakses nasabah, maupun melalui berbagai media informasi dan kanal komunikasi bank.
“Dalam rangka memperkuat perlindungan dana nasabah serta menjaga kepercayaan deposan, LPS juga mengimbau agar bank selalu menginformasikan TBP LPS kepada nasabahnya. TBP merupakan bagian dari 3 syarat penjaminan LPS (3T),” tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sejumlah Uang Tunai Diamankan
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
Fitrah Maulana Syukuri Debut dan Cleansheet di ACL Two Bersama Persib Bandung
Prediksi Skor Dewa United vs Persija di Super League: Macan Kemayoran Amankan Poin Penting di Banten
Prediksi Skor Elversberg vs Mainz 05: Tim Tamu Incar Kemenangan usai Tersingkir dari DFB Pokal
OM WAWES, Guyon Waton, hingga MASDDDHO Putuskan Batal Tampil di RANS Carnival Maguwoharjo

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022