Ratusan paket bantuan sosial (bansos) disebar untuk warga Jakarta Selatan. (Istiimewa)
JawaPos.com - Pemerintah bergerak cepat mengamankan daya beli masyarakat di tengah momentum Ramadan 2026. Melalui kolaborasi Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), distribusi bantuan sosial (bansos) kini diperluas secara drastis untuk menjangkau puluhan juta keluarga di seluruh pelosok negeri.
Langkah ini diambil untuk meredam dampak fluktuasi harga pangan pokok yang kerap terjadi di hari besar keagamaan. Fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan bantuan tepat sasaran dengan pembaruan data penerima yang lebih komprehensif.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa penyaluran bansos reguler triwulan pertama 2026 berjalan sangat progresif. Hingga awal Ramadan ini, penyerapan anggaran sudah hampir tuntas di level nasional.
"Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako," kata Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta.
Khusus untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemerintah juga telah mengucurkan dana sebesar Rp1,8 triliun untuk 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah, jumlah penerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng mengalami peningkatan signifikan. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut terdapat 33,2 juta KPM akan segera menerima bantuan pada Maret ini.
"Bantuan pangan nanti akan didorong di tahun ini, ada 33,2 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), akan diberikan di bulan Maret. Ini kita akan berikan. Ini kita siapkan semua, sehingga semua program kita akan didorong, untuk kemudian bantuan pangan tersebut dijalankan," jelas Ketut.
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun khusus untuk program ini. Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak. Selain itu, jangkauan bantuan untuk wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku juga ditingkatkan demi pemerataan kesejahteraan.
Meski beberapa provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), pemerintah menjamin stok pangan secara nasional tetap aman. Pemantauan di pasar-pasar ritel menunjukkan harga daging sapi, ayam, dan cabai mulai stabil.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan peringatan keras bagi para spekulan yang mencoba mempermainkan harga di pasar selama bulan suci.
"Tolong deh jangan main-main di bulan suci Ramadan. Kami langsung koordinasi kalau ada yang menaikkan harga, pasti ditindak. Seluruh sektor pangan bahan pangan pokok di bulan suci Ramadan harus ikut regulasi harga yang ada. Jangan mengganggu rakyat," tegas Amran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022