
Perwakilan masyarakat adat Papua yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop mendatangi salah satu kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Senin (29/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Perwakilan masyarakat adat Papua yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop mendatangi salah satu kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (29/6).
Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan mengenai status pengelolaan 10 persen saham hasil divestasi PT Freeport Indonesia yang dinilai belum memberikan manfaat bagi masyarakat pemilik hak ulayat.
Kedatangan rombongan sempat diwarnai aksi penyampaian kekecewaan lantaran permohonan audiensi yang telah diajukan sejak 18 Mei 2026 belum mendapat tanggapan.
Pengurus FPHS Tsingwarop, Litinus Niwilingame, mengatakan masyarakat hanya ingin memperoleh kepastian mengenai keberadaan dan pengelolaan saham yang dijanjikan dalam perjanjian induk divestasi.
"Kami datang ke sini mau mempertanyakan 10 persen saham untuk rakyat Papua berdasarkan perjanjian induk itu sekarang ada di mana?" kata Litinus di Jakarta, Senin (29/6).
Menurut Litinus, belum adanya informasi yang jelas mengenai pengelolaan saham tersebut memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Sebab, setelah proses divestasi pada 2018, pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), yang kini menjadi MIND ID, menguasai 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia. Dari komposisi tersebut, sebanyak 10 persen saham dialokasikan bagi masyarakat Papua melalui PT Papua Divestasi Mandiri.
Namun, hingga kini masyarakat adat dan warga yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan mengaku belum merasakan manfaat dari alokasi saham tersebut. Ketua LMA Tsingwarop Arnold Beanal, menyebut hasil divestasi yang dijanjikan belum pernah diterima masyarakat.
"Sampai sekarang belum ada yang masuk ke kantong kami sebagai masyarakat pemilik hak ulayat," ucap Arnold.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
