Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 06.59 WIB

Masyarakat Adat Papua Tagih Kejelasan Realisasi 10 Persen Saham Divestasi Freeport

Perwakilan masyarakat adat Papua yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop mendatangi salah satu kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Senin (29/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com). - Image

Perwakilan masyarakat adat Papua yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop mendatangi salah satu kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Senin (29/6). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).

JawaPos.com - Perwakilan masyarakat adat Papua yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop mendatangi salah satu kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (29/6). 

Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan mengenai status pengelolaan 10 persen saham hasil divestasi PT Freeport Indonesia yang dinilai belum memberikan manfaat bagi masyarakat pemilik hak ulayat.

Kedatangan rombongan sempat diwarnai aksi penyampaian kekecewaan lantaran permohonan audiensi yang telah diajukan sejak 18 Mei 2026 belum mendapat tanggapan.

Pengurus FPHS Tsingwarop, Litinus Niwilingame, mengatakan masyarakat hanya ingin memperoleh kepastian mengenai keberadaan dan pengelolaan saham yang dijanjikan dalam perjanjian induk divestasi. 

"Kami datang ke sini mau mempertanyakan 10 persen saham untuk rakyat Papua berdasarkan perjanjian induk itu sekarang ada di mana?" kata Litinus di Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Litinus, belum adanya informasi yang jelas mengenai pengelolaan saham tersebut memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat. 

Sebab, setelah proses divestasi pada 2018, pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), yang kini menjadi MIND ID, menguasai 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia. Dari komposisi tersebut, sebanyak 10 persen saham dialokasikan bagi masyarakat Papua melalui PT Papua Divestasi Mandiri.

Namun, hingga kini masyarakat adat dan warga yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan mengaku belum merasakan manfaat dari alokasi saham tersebut. Ketua LMA Tsingwarop Arnold Beanal, menyebut hasil divestasi yang dijanjikan belum pernah diterima masyarakat. 

"Sampai sekarang belum ada yang masuk ke kantong kami sebagai masyarakat pemilik hak ulayat," ucap Arnold.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore