Nicolo Magni, Head of UBS Global Banking South-East Asia & South Asia, menilai OneASEAN Summit kini semakin mengukuhkan perannya sebagai platform penting bagi pelaku pasar internasional. (istimewa)
JawaPos.com - UBS kembali menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya. Ajang tahunan ini dihadiri lebih dari 850 investor institusional, regulator, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar pandangan mengenai arah ekonomi global sekaligus mengidentifikasi peluang investasi di Asia Tenggara menjelang 2026.
Nicolo Magni, Head of UBS Global Banking South-East Asia & South Asia, menilai OneASEAN Summit kini semakin mengukuhkan perannya sebagai platform penting bagi pelaku pasar internasional.
“Konferensi unggulan UBS OneASEAN Summit terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun, dengan menghadirkan investor institusional, korporasi terkemuka, serta global thought leaders untuk membahas tren utama yang membentuk lanskap bisnis saat ini,” kata Magni dalam keterangannya.
“Asia Tenggara semakin dipandang sebagai alternatif strategis bagi investor global. Kami melihat momentum transaksi akan tetap kuat sepanjang 2026, dengan aktivitas pasar modal yang semakin dinamis terutama di sektor healthcare, real estate, dan konsumen,” imbuhnya.
Sementara itu, optimisme tersebut sejalan dengan pandangan Grace Lim, Senior ASEAN and Asia Economist, UBS Investment Bank Global Research, yang menekankan bahwa fondasi ekonomi kawasan tetap kokoh.
Dia bahkan memperkirakan pertumbuhan PDB ASEAN-6 akan berada di kisaran 4,9 persen pada 2026. Angka yang mencerminkan fase ekspansi yang stabil.
“Asia Tenggara terus mendapatkan manfaat dari integrasi yang mendalam dalam rantai nilai manufaktur global, didukung oleh basis pasar domestik yang besar. Kondisi pertumbuhan tetap terjaga, dengan konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama di Indonesia, peningkatan investasi swasta di Thailand dan Filipina, serta ketahanan ekspor berbasis teknologi di Singapura dan Malaysia,” jelas Grace.
UBS OneASEAN Summit sendiri menyajikan pembahasan komprehensif mengenai dinamika investasi global dan dampaknya terhadap ekonomi Asia Tenggara. Beragam sesi panel membedah isu-isu strategis, mulai dari ketimpangan perdagangan internasional, peluang investasi lintas kawasan di Tiongkok, Jepang, dan Eropa, hingga prospek emas serta logam mulia.
Selain itu, perkembangan aset digital dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan ASEAN juga menjadi sorotan utama, termasuk pembahasan mengenai transformasi sistem energi baru yang mendukung ekonomi berbasis AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022