
Pegawai berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral, baik domestik maupun mancanegara.
IHSG dibuka menguat 52,32 poin atau 0,75 persen ke posisi 7.074,61. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,99 poin atau 0,98 persen ke posisi 720,72.
"Menjelang libur panjang, diperkirakan investor cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900-7.150," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan keputusan bank sentral di berbagai negara pada pekan ini, termasuk bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang dijadwalkan rilis pada Rabu (18/03).
Kebijakan kali ini akan menjadi kesempatan pertama bagi para bank sentral untuk bereaksi terhadap eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran, yang telah memasuki pekan ketiga.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah global masih menjadi perhatian pelaku pasar, seiring ditutupnya Selat Hormuz yang menghambat aliran energi dan mengancam perekonomian dunia.
Meskipun AS telah berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk melalui pelonggaran beberapa sanksi terhadap minyak Rusia, namun, harga minyak mentah terus meningkat.
Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi, potensi melebarnya defisit APBN, depresiasi Rupiah, serta potensi perlambatan ekonomi domestik, menjadi faktor negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG.
Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal, dengan menyatakan prinsip utama dalam pemerintahannya yaitu memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai dengan kemampuan.
Presiden menekankan bahwa opsi melonggarkan defisit APBN adalah pilihan terakhir. Presiden menyatakan hanya akan mempertimbangkan untuk melebarkan batas defisit APBN maksimal 3 persen dari PDB jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
