
Ilustrasi belajar. (Jawa Pos)
JawaPos.com–Ketimpangan akses pendidikan dan pemenuhan gizi anak masih menjadi persoalan serius di kawasan Asia Tenggara. Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, banyak keluarga berpenghasilan rendah menghadapi keterbatasan dalam membiayai pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara optimal.
Kondisi tersebut berpotensi berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Mulai dari rendahnya capaian pendidikan hingga terganggunya perkembangan kognitif anak.
Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa masalah gizi dan akses pendidikan yang tidak merata saling berkaitan dan memperlebar kesenjangan sosial di kawasan. Di tengah tantangan tersebut, keterlibatan sektor swasta mulai menjadi salah satu pelengkap upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan bantuan sosial.
Baca Juga:Bank Neo Commerce Dorong Digitalisasi UMKM saat Ramadhan, Andalkan QRIS dan Pembukuan Digital
Berbagai inisiatif bermunculan, terutama yang berfokus pada pendidikan dan penguatan komunitas. Salah satunya dilakukan oleh Grab melalui program GrabForGood Fund.
Perusahaan teknologi ini menyiapkan pendanaan sebesar USD 3,2 juta pada 2026 yang difokuskan pada pendidikan, dukungan komunitas, dan bantuan bencana. Salah satu fokus utama program ini adalah pendidikan melalui inisiatif GrabScholar, yang menyediakan bantuan biaya sekolah hingga beasiswa penuh berbasis prestasi bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
Program ini juga dilengkapi dengan dukungan fasilitas penunjang belajar. Selain pendidikan, intervensi di sektor kesehatan dilakukan melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Upaya ini diarahkan untuk mendukung proses belajar anak, mengingat asupan nutrisi yang memadai berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan daya serap siswa.
Group CEO dan Co-Founder Grab Anthony Tan mengatakan, program tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan.
”Program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang, mulai dari pemenuhan kebutuhan nutrisi anak hingga akses pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Anthony Tan.
Pada 2025, GrabForGood Fund tercatat telah menyalurkan lebih dari USD 2 juta untuk mendukung pendidikan lebih dari 3.600 siswa di Asia Tenggara. Bantuan tersebut mencakup biaya pendidikan, penguatan program nutrisi sekolah, serta pengembangan inovasi pembelajaran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
