
MOBIL OPERASIONAL: Pikap Mahindra pabrikan India yang akan digunakan Koperasi Merah Putih untuk operasional terparkir di Gedung Agrinas, Jakarta, Kamis (12/03/2026). (Hanung Hambara /Jawa Pos)
JawaPos.com – Program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu proyek ambisius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini semakin menjadi sorotan.
Program ini menargetkan pembangunan 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Dengan estimasi biaya sekitar Rp 3 miliar per koperasi, nilai proyek tersebut berpotensi mencapai sekitar Rp 240 triliun.
Di tengah polemik impor kendaraan operasional dari India, sejumlah pernyataan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, dalam wawancara dengan JawaPos.com pada Senin (16/3) justru memunculkan pertanyaan baru.
Berikut empat pernyataan paling kontroversial yang muncul dari wawancara tersebut.
Joao menjelaskan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan menggunakan dana talangan dari bank-bank Himbara yang disalurkan melalui Agrinas.
Namun koperasi desa tidak menjadi pihak yang mencicil pembiayaan tersebut. “Yang saya tahu itu akan dibayar oleh Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan mengenai struktur pembiayaan program yang nilainya bisa mencapai ratusan triliun rupiah.
Jika dihitung dari target 80 ribu koperasi dengan biaya Rp3 miliar per unit, total kebutuhan anggaran program ini berpotensi mencapai sekitar Rp240 triliun.
Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan kondisi fiskal Indonesia saat ini.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
