Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2026, 20.09 WIB

Soal WFH ASN dan Swasta Usai Lebaran, Menko Airlangga Klaim Bisa Hemat Seperlima Belanja BBM

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (YT Setpres) - Image

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (YT Setpres)

JawaPos.com – Pemerintah mulai mematangkan skema fleksibilitas kerja melalui kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga sektor swasta usai Lebaran 2026. Kebijakan ini dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan di tengah tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa skema WFH yang tengah dikaji adalah satu hari dalam lima hari kerja. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memberikan penghematan besar, terutama dari sisi mobilitas masyarakat.

“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” ujar Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (20/3).

Rencana implementasi kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Meski demikian, pemerintah masih akan melihat perkembangan situasi global sebelum menetapkan waktu pasti pelaksanaan.

“Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti situasi yang berkembang,” imbuhnya.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga ketahanan fiskal nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali.

Airlangga menyebut, pemerintah menargetkan defisit tetap berada di bawah 3 persen sesuai arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna. Upaya itu ditempuh melalui efisiensi belanja di berbagai kementerian dan lembaga (K/L).

“Kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen. Itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L, dan dengan efisiensi tersebut defisit 3 persen bisa dijaga,” tandasnya.

Sementara itu, harga minyak Amerika Serikat (AS) kehilangan sebagian keuntungannya pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah Israel mengatakan pihaknya membantu membuka kembali jalur penting Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent dipatok USD 108,65 per barel, berbalik turun setelah sempat menyentuh USD 119 di awal sesi perdagangan. Namun demikian, di akhir perdagangan, patokan harga minyak dunia tersebut telah naik 1,18 persen sepanjang perdagangan.

Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,19 persen menjadi USD 96,14 setelah diperdagangkan lebih tinggi pada hari itu. Harga minyak AS turun pada perdagangan lanjutan setelah jam kerja usai, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada media dan mengatakan bahwa Israel membantu AS membuka Selat Hormuz.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore