
Ilustrasi kesepakatan Dapat Pekerjaan Baru.(Freepik)
JawaPos.com - Keinginan memulai usaha sendiri di Indonesia masih kerap terbentur persoalan klasik: keterbatasan modal. Biaya operasional awal seperti sewa tempat, pengadaan barang, hingga promosi menjadi hambatan utama, terutama bagi pelaku usaha pemula.
Indonesia memiliki potensi besar dari sisi demografi. Jumlah penduduk usia produktif, terutama Generasi Z dan milenial, mendominasi struktur populasi nasional. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan peluang usaha yang mudah diakses. Data Kementerian UMKM mencatat rasio kewirausahaan nasional pada 2025 berada di angka 3,29%.
Dalam konteks ini, sejumlah profesi berbasis keahlian dan jaringan mulai dilirik sebagai alternatif. Salah satunya adalah tenaga pemasar, yang tidak memerlukan investasi awal besar seperti usaha konvensional.
Profesi ini menawarkan fleksibilitas dalam mengatur waktu kerja sekaligus membuka peluang penghasilan berbasis kinerja. Di sektor jasa keuangan, tenaga pemasar juga berperan sebagai penghubung informasi, membantu masyarakat memahami perencanaan keuangan.
Peran tersebut menjadi relevan mengingat tingkat literasi keuangan masih terbatas. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 mencatat literasi keuangan syariah berada di level 43,42%, sementara inklusinya baru 13,41%.
Artinya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan edukasi dan pendampingan dalam mengambil keputusan finansial.
Salah satu pelaku di bidang ini, Raka Rosadi Putra, menilai profesi tenaga pemasar sebagai pilihan dengan risiko relatif terukur dibandingkan usaha konvensional. “Dari beberapa opsi, saya cari yang risikonya rendah tapi tetap punya potensi.
Setelah dipertimbangkan, jalur ini justru paling masuk akal,” ujarnya.
Ia menekuni profesi tersebut secara penuh sejak 2022, termasuk mendampingi nasabah dalam proses klaim dengan nilai yang bervariasi hingga ratusan juta rupiah.
Di tingkat industri, kinerja tenaga pemasar juga mendapat pengakuan melalui berbagai ajang penghargaan, seperti Sharia Insurance Convention and Awards 2025, yang memberikan apresiasi kepada pelaku berprestasi dari berbagai daerah.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
