
Karyawan berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat didorong oleh euforia investor seiring telah dilakukannya gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG ditutup menguat 308,18 atau 4,42 persen ke posisi 7.279,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 31,96 poin atau 4,55 persen ke posisi 733,62.
"Penguatan IHSG yang melonjak signifikan, tidak lepas dari munculnya sentimen positif global yang bersifat jangka pendek, terutama kabar meredanya tensi geopolitik antara AS dan Iran," ujar Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, Hendra mengatakan, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda rencana serangan selama dua pekan, dan diikuti langkah Iran yang membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, langsung disambut positif oleh pelaku pasar.
Ia menyebut, kondisi tersebut menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, sehingga harga komoditas menjadi lebih stabil dan mendorong minat beli investor kembali masuk ke pasar saham, termasuk Indonesia.
Secara fundamental, Ia menjelaskan bahwa pasar memang sangat sensitif terhadap isu geopolitik, khususnya yang berkaitan dengan jalur distribusi minyak dunia seperti Selat Hormuz.
Namun demikian, Hendra mengingatkan pelaku pasar untuk tetap perlu mewaspadai karakter kebijakan dan komunikasi dari Trump yang cenderung dinamis dan sering berubah dalam waktu singkat.
Ia mengingatkan, pernyataan yang bersifat tiba-tiba dapat kembali memicu volatilitas di pasar global, sehingga reli yang terjadi saat ini masih berpotensi bersifat sementara atau technical rebound, bukan tren naik jangka panjang yang sepenuhnya solid.
Dengan demikian, menurutnya, strategi terbaik bagi investor adalah tetap selektif dan disiplin dalam mengambil posisi, yang mana momentum rebound ini bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, namun tetap perlu disertai manajemen risiko yang ketat.
"Euforia berlebihan justru berisiko membuat investor masuk di harga puncak, terutama di tengah kondisi pasar yang masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang fluktuatif," ujar Hendra.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
