
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap proyeksi Bank Dunia atau World Bank yang memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,7 persen. Ia bahkan menyebut lembaga tersebut kemungkinan “salah hitung” dan telah melakukan dosa besar.
Purbaya menilai proyeksi tersebut tidak sejalan dengan kondisi aktual perekonomian domestik. Ia mengungkapkan, pada Kuartal I-2026 saja pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mampu menembus kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen.
“Kan triwulan pertama saja mungkin 5,5 persen, 5,6 persen atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali, setelah itu kalau rata-ratanya 4,6 persen. Saya pikir World Bank salah hitung,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, dikutip Minggu (12/4).
Menurut dia, proyeksi yang lebih rendah dari Bank Dunia kemungkinan dipengaruhi oleh asumsi tingginya harga minyak dunia. Namun, Purbaya meyakini prediksi tersebut bisa berubah jika kondisi global kembali normal.
“Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya. Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita,” jelasnya.
Tak hanya itu, Purbaya secara terbuka menyatakan dirinya menunggu permintaan maaf dari Bank Dunia apabila nantinya harga minyak mentah sudah kembali ke level normal.
“Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia ubah prediksi ekonominya lagi,” sambungnya.
Baca Juga:Final ASEAN Futsal Championship 2026: Kena Penalti! Timnas Futsal Indonesia Imbangi Thailand 1-1
Meski demikian, ia menegaskan fokus pemerintah saat ini bukan pada perdebatan proyeksi, melainkan memastikan seluruh mesin ekonomi berjalan optimal. Mulai dari menjaga iklim investasi, memperkuat program pemerintah, hingga memastikan sistem keuangan siap menopang pertumbuhan.
“Saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini, itu saja. Mungkin saja World Bank betul, tetapi saya nggak tahu, yang jelas kalau di angka saya sih sudah membaik dan kita akan jaga terus,” ucapnya.
Ia pun menambahkan, strategi ekonomi yang dijalankan pemerintah diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan, termasuk melalui pendekatan khas kawasan Asia. “Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus Asia saya, jurus-jurus Asia Pak Prabowo,” pungkas Purbaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022