
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama April 2026, total insentif KLM yang telah digelontorkan mencapai Rp 427,9 triliun.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan perbankan, khususnya ke sektor-sektor prioritas nasional.
“Implementasi penguatan KLM sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk memberikan insentif yang lebih tinggi bagi bank yang mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor tertentu yang ditetapkan Bank Indonesia,” ujar Perry dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip Jumat (8/5).
Menurut dia, penguatan KLM juga diberikan kepada bank yang responsif menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan arah kebijakan suku bunga BI. Langkah itu dilakukan agar transmisi pelonggaran moneter ke sektor riil berjalan lebih efektif.
Perry merinci, dari total insentif Rp 427,9 triliun tersebut, sebesar Rp 358,0 triliun dialokasikan melalui lending channel. Sementara Rp 69,9 triliun disalurkan melalui interest rate channel.
Untuk diketahui, skema lending channel diberikan kepada bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas. Sedangkan interest rate channel ditujukan bagi bank yang menurunkan bunga kredit baru agar dunia usaha memperoleh akses pembiayaan lebih murah.
"Berdasarkan kelompok bank, penyaluran KLM terbesar diterima bank-bank BUMN dengan nilai mencapai Rp 224,0 triliun. Selanjutnya, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) memperoleh Rp 166,6 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp 29,6 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) Rp 7,8 triliun," rincinya.
Secara sektoral, insentif likuiditas tersebut disalurkan ke berbagai sektor prioritas. Mulai dari sektor pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estate dan perumahan, hingga sektor UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan berkelanjutan.
Perry menegaskan, untuk mempercepat penyaluran KLM ini, BI meluncurkan Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026) pada akhir April 2026.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
