
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (dok. pribadi Bhima)
JawaPos.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh Rp 17.600 per dolar AS tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, tidak hanya berdampak pada sektor keuangan dan industri, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial baru di pedesaan.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat memperbesar tekanan terhadap dunia usaha. Terutama sektor yang bergantung pada bahan baku impor maupun memiliki beban utang dalam dolar AS.
Ia menyampaikan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi dikhawatirkan membuat desa menjadi tujuan arus balik pekerja kota yang kehilangan mata pencaharian.
“Dan jangan salah juga, kalau rupiahnya terus melemah terhadap dolar, PHK massal, desa itu akan dibanjiri oleh mereka yang jadi korban PHK di perkotaan,” ujar Bhima kepada JawaPos.com, Sabtu (16/5).
Bhima menilai, jika kondisi tersebut terjadi maka bisa memunculkan persoalan baru di daerah pedesaan. Sebab para pekerja yang sebelumnya menggantungkan hidup di kota, berpotensi akan kembali ke kampung halaman tanpa pekerjaan dan sumber penghasilan tetap.
“Kembali lagi ke desa, tapi dalam posisi tidak bekerja, tidak berpenghasilan. Karena akan jadi beban desa,” ujarnya.
Senada dengan Bhima, Pengamat Ketenagakerjaan Timboel Siregar juga menyebut bahwa pelemahan rupiah akan berdampak pada nasib masyarakat Indonesia termasuk nasib buruh dan keluarganya.
Terlebih, memang masih banyak industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri. Bahkan, tetap membutuhkan dolar untuk membeli bahan baku itu agar produksi tetap bisa jalan.
"Perusahaan yang tidak mampu mengatasi masalah cash flow-nya karena pelemahan rupiah akan mengurangi pekerja, terjadi PHK yang lebih besar," tutur Timboel.
Di sisi lain, ia menyayangkan bahwa aktivis serikat pekerja yang diam dan tidak mau mengkritisi tentang hal ini. Terlebih, mereka sudah memperoleh jabatan hingga tak lama lagi beberapa petingginya akan menghadiri International Labour Conference (ILC).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022