Gedung Bank Indonesia.
JawaPos.com - Kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dinilai sebagai sinyal bahwa tekanan terhadap ekonomi Indonesia mulai perlu diwaspadai serius. Meski belum masuk fase krisis, kondisi saat ini disebut sudah berada di tahap lampu kuning.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman mengatakan, kenaikan BI-Rate tersebut menunjukkan bahwa Bank Indonesia (BI) mulai melihat tekanan terhadap rupiah dan stabilitas pasar keuangan sudah berada pada level yang perlu direspons lebih serius.
"Langkah ini bukan sekadar penyesuaian teknis moneter, tetapi sinyal bahwa BI sedang memprioritaskan stabilitas nilai tukar dan menjaga kepercayaan pasar di tengah pelemahan rupiah, capital outflow, tingginya volatilitas global, serta meningkatnya persepsi risiko terhadap ekonomi domestik," kata Rizal kepada Jawapos.com, Rabu (20/5).
Dikatakan Rizal, dalam kondisi seperti ini, BI memilih langkah preventif agar tekanan rupiah tidak berkembang menjadi imported inflation dan gangguan stabilitas makro yang lebih besar.
Namun di sisi lain, BI juga memahami bahwa kenaikan suku bunga yang terlalu agresif berisiko menekan pertumbuhan kredit, investasi, konsumsi, hingga aktivitas sektor riil.
"Karena itu, kebijakan kenaikan suku bunga ini dibarengi dengan penguatan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk menjaga likuiditas perbankan tetap longgar dan memastikan penyaluran kredit tetap berjalan ke sektor prioritas seperti pangan, hilirisasi, UMKM, perumahan, dan sektor pencipta lapangan kerja," ujarnya.
Rizal memandang bahwa, nampaknya BI juga tetap memberikan insentif likuiditas bagi perbankan yang aktif menyalurkan kredit produktif dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
"Menurut saya, kondisi saat ini memang sudah masuk fase “lampu kuning” yang perlu diwaspadai, tetapi belum berada pada level krisis," tegasnya.
Meski begitu, Rizal mengakui bahwa BI sedang berada dalam posisi yang tidak mudah karena harus menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan tanpa membuat perlambatan ekonomi menjadi terlalu dalam.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
