
Direktur Informasi dan Teknologi BPJS Kesehatan, Setiaji. (Istimewa)
JawaPos.com – Transformasi digital dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi perhatian BPJS Kesehatan. Berbagai inovasi layanan dan pengelolaan data digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan pun mendapat perhatian forum internasional dari delegasi Asia eHealth Information Network (AeHIN), dalam rangka memastikan pengembangan sistem kesehatan digital di kawasan Asia Pasifik.
Direktur Informasi dan Teknologi BPJS Kesehatan, Setiaji, menjelaskan bahwa dengan kunjungan delegasi AeHIN ke kantor BPJS Kesehatan, para peserta memperoleh gambaran mengenai implementasi sistem JKN di Indonesia, termasuk berbagai inovasi digital yang dikembangkan untuk meningkatkan akses, mutu, dan efisiensi layanan kesehatan bagi peserta Program JKN. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarnegara dalam pengembangan sistem kesehatan berbasis teknologi digital.
"Saat ini, jumlah peserta JKN telah menjangkau lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari penduduk Indonesia. Dalam mendukung pelayanan bagi peserta, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 23.625 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta 3.207 rumah sakit dan klinik utama di seluruh Indonesia," jelas Setiaji.
Baca Juga:Urutan 12 Zodiak Paling Beruntung Besok, Rabu 27 Mei 2026: Cek, Zodiakmu Ada di Posisi Berapa?
Setiaji menambahkan, delegasi AeHIN diberi kesempatan untuk memantau dashboard digital milik BPJS Kesehatan yang digunakan untuk mendukung pengelolaan Program JKN secara lebih efektif dan terintegrasi di Performance Management Center BPJS Kesehatan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, dashboard ini dapat memantau transaksi pelayanan dalam penyelenggaraan Program JKN secara real time, guna memastikan layanan berjalan optimal, akuntabel, dan tepat sasaran.
"Melalui sistem pemantauan dan analisis data yang digunakan BPJS Kesehatan dalam mendeteksi potensi fraud pada proses klaim layanan kesehatan. Pemanfaatan dashboard dan analisis data tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program JKN agar berjalan lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan," terang Setiaji.
Transformasi digital dalam ekosistem JKN tidak hanya berfokus pada kemudahan layanan, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. Menurut Setiaji, pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Program JKN sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi peserta.
“Melalui pemanfaatan dashboard digital dan integrasi data, BPJS Kesehatan dapat melakukan pemantauan layanan, deteksi potensi fraud, hingga analisis pola penyakit secara lebih cepat dan akurat. Data tersebut juga menjadi dasar dalam memperkuat upaya promotif dan preventif agar masyarakat senantiasa menerapkan pola hidup sehat, serta pembiayaan Program JKN dapat lebih optimal,” ujar Setiaji.
Forum internasional seperti AeHIN menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan kerja sama antarnegara dalam pengembangan sistem kesehatan digital. Bagi Setiaji, pertukaran pengalaman dan praktik baik antaranggota AeHIN diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi layanan kesehatan yang semakin adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, BPJS Kesehatan tidak hanya berbagi pengalaman terkait pengelolaan Program JKN dan transformasi digital yang telah dilakukan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan kerja sama antarnegara dalam pengembangan sistem kesehatan digital. Kami berharap sinergi antaranggota AeHIN dapat terus diperkuat untuk menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat di masing-masing negara,” tambahnya.
Setiaji menegaskan bahwa BPJS Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi digital sektor kesehatan melalui pengembangan sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Penguatan interoperabilitas layanan kesehatan hingga pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih aksesibel, efektif, dan berkelanjutan, dalam mendukung penyelenggaraan Program JKN.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022