
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Istimewa)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri bank perekonomian rakyat (BPR) dan BPR syariah (BPRS) mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp236,69 triliun sampai dengan Maret 2026.
Adapun penyaluran kredit/pembiayaan industri BPR dan BPRS tumbuh sebesar 2,83 persen (yoy) menjadi sebesar Rp176,96 triliun, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 3,16 persen (yoy) menjadi sebesar Rp165,49 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa kinerja tersebut juga didukung dengan ketahanan permodalan yang relatif kuat untuk menopang risiko.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) agregat industri BPR dan BPRS tercatat sebesar 27,20 persen, cukup jauh di atas ketentuan regulator.
Industri BPR dan BPRS, menurut OJK, terus berupaya memperkuat langkah mitigasi risiko melalui penerapan manajemen dan tata kelola yang baik dalam penyaluran kredit, pelaksanaan monitoring pascapencairan secara intensif, serta pembentukan cadangan kerugian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
OJK juga mencatat bahwa penyaluran kredit/pembiayaan UMKM oleh BPR dan BPRS tetap tumbuh dan terjaga kualitasnya, dengan porsi penyaluran mencapai 50,07 persen dari total kredit/pembiayaan pada posisi Maret 2026.
Meskipun telah memiliki komposisi yang cukup tinggi, OJK memandang penyaluran kredit/pembiayaan tersebut dapat terus ditingkatkan, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga jasa keuangan lainnya.
BPR dan BPRS juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan yang terkait dengan program OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), seperti kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR) dan kredit/pembiayaan sektor pertanian (K/PSP).
Dian mengingatkan dinamika ekonomi di tingkat global maupun regional yang dapat menjadi tantangan bagi BPR dan BPRS.
Perkembangan teknologi informasi di bidang keuangan yang juga semakin masif berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022