
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pekan ini menjadi periode yang penuh tekanan bagi perekonomian nasional. Mulai dari nilai tukar rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, kenaikan harga BBM nonsubsidi, hingga langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas pasar keuangan.
Di saat yang sama, pergerakan harga minyak dunia dan emas masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik global.
Nilai Tukar Rupiah sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Pelemahan tersebut dipengaruhi penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen risiko global. Kondisi ini menambah tekanan terhadap biaya impor sekaligus meningkatkan kewaspadaan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.
Di tengah gejolak pasar keuangan, emas masih menjadi aset aman yang diburu investor. Pergerakan harga emas Antam sepanjang pekan cenderung fluktuatif mengikuti dinamika harga emas global, sentimen suku bunga, dan perkembangan konflik geopolitik.
Baca Juga:Pertamina Pastikan BBM Pertalite Tidak Langka: Stok Aman, Distribusi Normal ke Seluruh SPBU
Adapun harga emas Antam pada perdagangan Senin (8/6) ditutup di level Rp 2.743.000 per gram. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat (12/6) dibanderol di harga Rp 2.797.000 per gram.
Pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian. Harga minyak sempat melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah, namun kemudian terkoreksi setelah muncul sinyal meredanya konflik antara Iran dan Israel. Brent crude tercatat berada di kisaran USD 91 per barel, sementara investor terus memantau risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk
Meski harga sempat turun, sejumlah lembaga keuangan global memperkirakan volatilitas masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan karena ketidakpastian pasokan dan permintaan global.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi perhatian masyarakat setelah Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Sementara Pertamax Green dipatok Rp 17.000 per liter. Kebijakan tersebut dilakukan seiring meningkatnya biaya impor energi akibat lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.
Meski pemerintah menilai dampaknya terhadap inflasi relatif terbatas karena bukan BBM bersubsidi, kenaikan ini tetap memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya biaya hidup

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
