Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 18.15 WIB

Ekonomi Sepekan: Rupiah Melemah hingga Kenaikan Harga Pertamax

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pekan ini menjadi periode yang penuh tekanan bagi perekonomian nasional. Mulai dari nilai tukar rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, kenaikan harga BBM nonsubsidi, hingga langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas pasar keuangan.

Di saat yang sama, pergerakan harga minyak dunia dan emas masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik global.

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Pelemahan tersebut dipengaruhi penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen risiko global. Kondisi ini menambah tekanan terhadap biaya impor sekaligus meningkatkan kewaspadaan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Harga Emas Antam Bergerak Fluktuatif

Di tengah gejolak pasar keuangan, emas masih menjadi aset aman yang diburu investor. Pergerakan harga emas Antam sepanjang pekan cenderung fluktuatif mengikuti dinamika harga emas global, sentimen suku bunga, dan perkembangan konflik geopolitik.

Adapun harga emas Antam pada perdagangan Senin (8/6) ditutup di level Rp 2.743.000 per gram. Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat (12/6) dibanderol di harga Rp 2.797.000 per gram.

Gejolak Harga Minyak Dunia

Pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian. Harga minyak sempat melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah, namun kemudian terkoreksi setelah muncul sinyal meredanya konflik antara Iran dan Israel. Brent crude tercatat berada di kisaran USD 91 per barel, sementara investor terus memantau risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk

Meski harga sempat turun, sejumlah lembaga keuangan global memperkirakan volatilitas masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan karena ketidakpastian pasokan dan permintaan global.

Pertamax Naik Hingga Rp 16 Ribu per Liter

Kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi perhatian masyarakat setelah Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Sementara Pertamax Green dipatok Rp 17.000 per liter. Kebijakan tersebut dilakukan seiring meningkatnya biaya impor energi akibat lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.

Meski pemerintah menilai dampaknya terhadap inflasi relatif terbatas karena bukan BBM bersubsidi, kenaikan ini tetap memicu kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya biaya hidup

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore