Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (19/6), setelah sebelummya ditutup melemah 32 poin menjadi Rp 17.794 per dollar AS pada perdagangan Kamis (18/6).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar AS didorong sentimen kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Untuk perdagangan (19/6) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.790 - Rp 17.840," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, Pasar Indonesia memang tengah mengalami tekanan dan volatilitas tinggi akibat sikap wait and see pelaku pasar. Investor global dan institusi menahan diri sembari menunggu dua keputusan krusial dari MSCI untuk melihat apakah status Indonesia dipertahankan di emerging market dan apakah pembekuan konstituen akan dicabut.
“Jika MSCI memutuskan penurunan peringkat. Terlebih lagi, pada pengumuman rebalancing sebelumnya, MSCI sempat membekukan penambahan konstituen saham baru untuk Indonesia akibat kekhawatiran terkait struktur kepemilikan dan transparansi free float,” Ujarnya.
Ibrahim mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang mempertahankan suku bunga tetap di 3,50%-3,75% pada hari Rabu dan memberi sinyal bahwa para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk kebijakan moneter yang lebih ketat di akhir tahun ini.
Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa sembilan dari 19 pejabat Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun 2026, sebuah perubahan signifikan dari ekspektasi awal tahun ini.
Dalam pertemuan pertamanya sebagai ketua Fed, Kevin Warsh mempertahankan sikap tegas terhadap inflasi, menekankan komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga. Fed juga menaikkan perkiraan inflasinya, mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dan meningkatkan nilai dolar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022