
Ketua Umum (Waketum) Kadin Indonesia Erwin Aksa. (web. Kadin Indonesia)
JawaPos.com - Kenaikan pajak air tanah di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) turut mendapat sorotan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Mereka meminta agar pemerintah daerah (pemda) setempat melakukan kajian secara cermat sebelum menaikan pajak air tanah sampai ratusan persen.
Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Indonesia Erwin Aksa, itu penting itu menghindari beban biaya yang terlalu berat bagi para pengusaha. Termasuk pelaku usaha sektor industri yang saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti biaya energi, logistik, suku bunga yang relatif tinggi.
”Kadin memahami kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah dan mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan. Namun, menaikkan pajak air tanah ratusan persen terhadap industri itu juga perlu dipertimbangkan dengan melihat kondisi ekonomi global saat ini,” ucap dia pada Selasa (23/6).
Menurut Erwin, industri manufaktur, makanan dan minuman, tekstil, kimia, farmasi, hotel, rumah sakit, serta kawasan industri yang masih memanfaatkan air tanah sebagai salah satu sumber air baku merasakan dampak langsung atas kenaikan pajak yang sangat signifikan. Khususnya pada biaya produksi dan operasional.
”Dalam kondisi tertentu, kenaikan biaya tersebut dapat mengurangi daya saing industri nasional dibandingkan negara-negara pesaing di kawasan,” ujarnya.
Untuk itu, Kadin menilai, kebijakan fiskal daerah harus tetap mempertimbangkan prinsip keberlanjutan usaha dan kepastian investasi. Jika perlu penyesuaian tarif, Erwin menekankan agar dilakukan secara bertahap dan disertai masa transisi yang cukup. Selain itu, dialog dengan pelaku usaha juga penting.
Tidak hanya itu, Erwin menyampaikan bahwa pemda juga perlu memastikan bahwa ketersediaan alternatif sumber air yang andal melalui layanan air perpipaan atau sistem penyediaan air baku yang memadai. Jangan sampai, pajak meningkat signifikan namun belum tersedia opsi sumber air lain sebagai pengganti air tanah.
”Kadin mendorong adanya evaluasi bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari formulasi yang paling tepat dan berkeadilan,” ucap dia.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
