Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 22.56 WIB

BUMDes dan Kopdes Merah Putih Dipastikan Tak Berbenturan, Mendes Beberkan Skema Kolaborasinya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Istimewa) - Image

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak akan berbenturan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selama ini telah beroperasi di berbagai wilayah. Sebaliknya, kedua lembaga tersebut akan saling berkolaborasi untuk memperkuat perekonomian desa.

"Jadi kami tegaskan di sini bahwa antara Badan Usaha Milik Desa yang sudah ada selama ini dengan Koperasi Desa Merah Putih insyaallah tidak akan bertabrakan, tapi akan melakukan kolaborasi kerja sama untuk memastikan kegiatan ekonomi di desa itu benar-benar on the track," kata Yandri kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7).

Yandri menjelaskan, Kementeriannya selama ini terus berkoordinasi dengan 10 asosiasi desa yang terdiri atas asosiasi kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, mantan kepala desa, hingga Gerakan Masyarakat Desa. 

"Jadi sepuluh asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita yang keenam itu benar-benar terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih," ujar Yandri.

Menurut Yandri, pemerintah telah menyiapkan skema kerja sama antara Kopdes Merah Putih dan BUMDes dalam pengembangan berbagai desa tematik yang menjadi bagian dari implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto.

Adapun desa tematik ini disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah, seperti desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa ikan lele, hingga desa cokelat. Dalam skema tersebut, Kopdes Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes.

"Jumlah desa banyak sekali 75.266 dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," ujarnya.

Bahkan, kata Yandri, sejumlah desa tematik yang telah dibina sebelumnya, sudah mulai berkontribusi dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Jadi hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Yandri, operasional Kopdes Merah Putih masih dalam tahap persiapan, termasuk pembangunan gerai, gudang, dan pengadaan sarana pendukung seperti truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga.
"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Pasti itu," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore