Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 16.56 WIB

Harga Minyak Mentah Melemah: Brent Turun ke USD 96,78 dan WTI USD 85,88

Sebuah kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz tiba di perairan teritorial Irak di lepas pantai Basra, Irak (Al-Jazeera) - Image

Sebuah kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz tiba di perairan teritorial Irak di lepas pantai Basra, Irak (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada penutupan perdagangan Jumat (24/7) ditengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah upaya kesepakatan damai gagal tercapai.

Melansir Investing kontrak berjangka Brent turun 3,91 poin atau 3,88 persen, menjadi USD 96,78 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 1,13 poin atau 1,3 persen, menjadi USD 85,88 per barel

Turunnya harga minyak terjadi setelah beredar laporan bahwa Tiongkok berupaya menghidupkan kembali perundingan damai antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat terhenti. Meski demikian, sejumlah sumber menyebut peluang tercapainya kesepakatan masih menghadapi berbagai kendala.

"Tak ada yang lebih disukai pasar selain harapan. Setiap sinyal bahwa konflik dapat diselesaikan langsung disambut positif oleh pelaku pasar," ujar Mitra Again Capital, John Kilduff, dilansir Reuters, Sabtu (25/7).

Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan pasar minyak masih berada dalam kondisi rentan karena pasokan global tetap ketat.

"Arah pergerakan harga minyak masih sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah sehingga pelaku pasar perlu terus memantau dinamika geopolitik," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberikan hukuman militer lebih besar terhadap Iran dan kelompok Houthi setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Iran juga dilaporkan mendorong Houthi untuk menutup jalur Bab el-Mandeb apabila AS terus menyerang infrastruktur strategis Iran. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman energi paling vital di dunia setelah Selat Hormuz.

Selain itu, Houthi juga telah mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang selama ini mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui jaringan pipa untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore