
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)
JawaPos.com - Harga minyak melonjak hingga lebih dari 4 persen pada penutupan perdagangan Jumat (17/7) setelah Amerika Serikat dan Iran meningkatkan serangan di kawasan Teluk. Membuat pengiriman minyak terancam oleh potensi penutupan Laut Merah.
Dilansir Reuters, Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik USD 3,87 atau 4,59 persen menjadi USD 88,10 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 3,54 atau 4,48 persen menjadi USD 82,49 per barel.
Dalam sepekan, kedua acuan harga minyak tersebut naik sekitar 16 persen Brent mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sedangkan WTI mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.
Kedua negara yang bermusuhan itu memperluas pertempuran pada hari Jumat. Amerika Serikat menyerang jembatan dan sebuah bandara di Iran, sementara Teheran menyerang pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi di Kuwait.
Iran mengatakan pihaknya juga melancarkan lebih banyak serangan terhadap fasilitas-fasilitas AS di Timur Tengah, termasuk serangan langsung pertama di Suriah, setelah enam malam berturut-turut serangan AS terhadap fasilitas militer Iran.
Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow mengatakan pasar bereaksi terhadap meningkatnya permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat yang minggu ini memuncak dengan serangan setiap malam terhadap infrastruktur Iran serta aksi balasan Iran terhadap infrastruktur negara-negara tetangganya.
"Jika lebih banyak kapal tanker menjadi sasaran tembakan dan mengalami kerusakan, harga minyak akan terus naik karena para pemilik kapal kemungkinan akan menolak memasuki Teluk Persia," ujar Adrew.
Gencatan senjata yang runtuh antara Amerika Serikat dan Iran telah menyebabkan penurunan tajam arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz karena Iran menargetkan kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
Sebelum perang dengan Iran, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat itu. Iran juga telah mendesak kelompok Houthi untuk menutup jalur pelayaran di Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.
"Karena begitu banyak ekspor Arab Saudi telah dialihkan ke pelabuhan Yanbu melalui Jalur Pipa Timur-Barat untuk menghindari Selat Hormuz, perkembangan seperti itu jelas merupakan ancaman serius," tulis analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, dalam sebuah catatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
