Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 06.33 WIB

Cara Masyarakat Pelosok Gunungkidul Olah Sampah Organik jadi Cuan

Masyarakat di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menghidupkan aktivitas ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah organik menjadi maggot dan pupuk organik. (ANTARA) - Image

Masyarakat di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menghidupkan aktivitas ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah organik menjadi maggot dan pupuk organik. (ANTARA)

JawaPos.com - Masyarakat di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menghidupkan aktivitas ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah organik menjadi maggot dan pupuk organik.

Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem Riyanta menyampaikan, program Maggot Black Soldier Fly (BSF) telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik.

"Kini masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga memperoleh manfaat melalui penghematan biaya pakan, pupuk organik, dan peningkatan pendapatan kelompok," katanya dikutip dari Antara, Kamis (27/8).

Program tersebut mengubah sampah organik dengan media maggot BSF menjadi kasgot (bekas maggot) dan pupuk organik cair (POC) yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hingga saat ini rumah maggot mengelola rata-rata 561 kilogram sampah organik per bulan yang berasal dari 60 rumah tangga dan dua pelaku usaha angkringan.

Pengelolaan tersebut berkontribusi menurunkan volume sampah yang menimbulkan bau maupun pencemaran hingga 40-60 persen, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

Dari sisi produksi, program ini menghasilkan 50 kilogram maggot segar per bulan, 420 kilogram kasgot per tahun, serta 540 liter pupuk organik cair (POC) setiap tahun.

Tingkat keberhasilan budi daya juga terus meningkat dengan capaian panen 30-55 persen di setiap siklusnya.

Seluruh hasil budi daya dimanfaatkan kembali dalam ekosistem ekonomi sirkular. Maggot digunakan sebagai pakan ikan lele sebanyak 547,5 kilogram dan ayam sebanyak 730 kilogram per tahun, sedangkan 420 kilogram kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan 150 liter pupuk organik cair telah digunakan maupun dipasarkan. Produk tersebut turut mendukung budi daya pertanian pada lahan seluas 400 meter persegi.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore