Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 17.04 WIB

Pemerintah Klaim Produksi Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino

Ilustrasi gudang beras Bulog. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi gudang beras Bulog. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemerintah optimistis produksi beras nasional aman menghadapi El Nino. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, meski Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan adanya penurunan tipis produksi beras pada Januari-Oktober 2026, namun perlu dilihat secara proporsional jika dibandingkan total produksi nasional.

BPS memperkirakan produksi beras nasional Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton, turun 0,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 31,44 juta ton. Sementara produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diproyeksikan mencapai 54,52 juta ton, juga turun 0,08 persen.

Amran menilai angka tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan total produksi nasional. Dengan basis produksi sekitar 34,7 juta ton, penurunan 0,08 persen hanya setara sekitar 30 ribu ton.

“(Penurunan) 0,08 persen coba dikali 34,7 juta ton produksi beras nasional. 0,08 persen itu hanya 30 ribu ton, kecil sekali (dibandingkan 34,7 juta ton),” kata Amran usai panen pertanaman padi model PM -AAS di BRMP Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat, dikutip Sabtu (5/9).

Amran optimistis kondisi produksi nasional juga masih berada dalam situasi yang kuat karena Indonesia mencatat surplus pangan. Ia menyebut Indonesia mencatat surplus sekitar 4 juta ton pada tahun lalu dan kembali berada dalam kondisi surplus pada tahun ini.

“Tahun lalu surplus 4 juta ton, tahun ini juga kan. 30 ribu ton hilang (susut produksi). Sementara kita 4 juta ton dua kali surplus bagaimana?” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap mencermati perkembangan produksi dan tidak menganggap ringan tantangan yang dihadapi petani. Terlebih, kondisi iklim saat ini memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.

Strategi Mentan

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah untuk menjaga produksi tetap aman. Di antaranya pompanisasi dan irigasi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Dan wajar (terjadi penurunan), karena ada kondisi iklim, tetapi dengan penurunan itu luar biasa kan ini iklim ekstrem El Nino Godzilla. Makanya kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah,” ujar Amran.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore