
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, dalam pelantikan 14 pejabat di ruang lingkup Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/9). (Dok Djati Waluyo/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyebut penyelundupan beras ke Indonesia telah menodai upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Pasalnya, saat ini pemerintah dan petani di Indonesia tengah berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri untuk mencapai swasembada pangan.
Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dalam kurun waktu satu bulan terakhir berhasil menggagalkan impor produk pangan illegal berupa beras dan garam dengan total 30 kontainer.
“Kalau beras diselundupkan masuk, ini sebenarnya menodai swasembada pangan kita. Swasembada pangan Indonesia itu adalah karena produksi Indonesia sendiri," ujar Suahasil dalam konferensi pers penggagalan impor illegal di Kantor Bea Cukai Pusat, Jakarta, Selasa (22/9).
Suahasil mengatakan, masuknya beras ilegal ke Indonesia menjadi persoalan karena pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan untuk mendukung produktivitas petani.
Untuk itu, pemerintah patut berbangga terhadap produksi pangan dalam negeri. Namun, besarnya pasar Indonesia membuat negara ini menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku perdagangan berbagai komoditas.
"Kita bisa membayangkan, mengapa ini dilakukan? Ini dilakukan karena pasar Indonesia yang sangat besar. Pasar kita itu luar biasa besar, menggiurkan untuk seluruh pemain dunia di berbagai macam barang," ujarnya.
Baca Juga:Terjebak Macet di Parung, Kurir Sabu Senilai Rp 25 Miliar Jaringan Timur Tengah Dibekuk Polisi
Maka dari itu, pemerintah perlu melindungi pasar domestik, termasuk dari masuknya barang secara ilegal. Terlebih, daya beli dan kemampuan masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan.
Ia mengatakan, penyelundupan beras tidak hanya merugikan petani, tetapi juga konsumen. Beras ilegal yang masuk ke Indonesia tidak dapat dipastikan proses penyimpanan, pengiriman, hingga pengemasannya.
“Karena beras yang masuk itu tidak bisa kita pertanggungjawabkan penyimpanannya, pengirimannya, pengepakannya, dan bagaimana kualitas beras tersebut. Kita tidak bisa pertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022