Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 02.42 WIB

Inflasi Ada di Angka 3,28 %, Wamenkeu Juda Agung Sebut Belum Berdampak ke Daya Beli

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung (tengah) dalam Media Gathering Kemenkeu, Bogor, Kamis (1/10). (Dok Djati Waluyo/JawaPos.com). - Image

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung (tengah) dalam Media Gathering Kemenkeu, Bogor, Kamis (1/10). (Dok Djati Waluyo/JawaPos.com).

JawaPos.com – Angka inflasi Indonesia sebesar 3,28 persen secara tahunan masih berada dalam rentan yang ditargetkan oleh pemerintah. Yaitu 2,5 persen plus minus 1.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan angka inflasi tersebut masih belum terlalu berdampak terhadap daya beli masyarakat. Angka tersebut masih berada dalam rentang target.

“Inflasi (di angka) itu masih di dalam target range, artinya dia itu belum terlalu berdampak kepada daya beli. Belum terlalu berdampak pada decision making orang di dalam belanja, karena masih terjaga,” ujar Juda dalam Media Gathering Kementerian Keuangan, Bogor, Kamis (1/10). Juda melanjutkan inflasi yang mendekati batas atas target belum memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan apakah mau investasi dan konsumsi.

Menurutnya, inflasi Indonesia masih cenderung lebih baik dibandingkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Ia menyebut bahwa penentuan target inflasi di kisaran 2,5 plus minus 1 persen memang by design untuk menjaga daya beli masyarakat.

Ia mencontohkan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada beberapa waktu lalu mengalami kenaikan maka akan berdampak langsung ke masyarakat khususnya inflasi pada sektor pangan.

“Tapi at the same time kita bisa menjaga fiskal karena apa? Karena kita coba melakukan efisiensi-efisiensi di pengeluaran-pengeluaran yang lain. Jadi memang kita mencoba untuk melakukan keseimbangan antara kita menjaga daya beli, menjaga growth dengan menjaga keseimbangan fiskal,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat inflasi pada September 2026 sebesar 3,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025 atau year on year (yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi Indonesia secara bulanan tercatat sebesar 0,30 persen pada September 2026. Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31.

Ateng menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan September 2026 dengan andil inflasi 0,26 persen dan tingkat inflasi sebesar 0,88 persen.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore