Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 01.48 WIB

IHSG Ditutup Melemah Dipicu Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed Akhir Tahun

Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah dipicu oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir tahun 2026.

IHSG ditutup melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke posisi 6.031,28. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,08 poin atau 1,99 persen ke posisi 593,64.

"IHSG dan Bursa regional Asia melemah, pasar tampaknya dipengaruhi risalah The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 untuk menjaga inflasi yang masih berada di atas target 2 persen,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Nico mengatakan sebagian besar pembuat kebijakan The Fed menilai bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan tepat pada akhir tahun, menurut catatan rapat FOMC September 2026.

Namun demikian, mereka menekankan bahwa keputusan selanjutnya akan bergantung pada data yang masuk, prospek ekonomi, dan keseimbangan risiko.

Hal tersebut mengindikasikan sepanjang tahun 2026, era suku bunga tinggi belum sepenuhnya berakhir, seiring sikap kehati-hatian bank sentral terhadap risiko konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik, mendorong imbal hasil (yield) obligasi lebih tinggi dan risiko inflasi.

"Kondisi tersebut tentunya menambah volatilitas pasar,” ujar Nico.

Sementara itu, harga minyak naik di tengah kekhawatiran atas potensi eskalasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dan risiko berkelanjutan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menambah tekanan inflasi.

Menyusul laporan bahwa pemerintahan Trump telah meminta Pentagon untuk mempersiapkan opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilakukan sebelum pemilihan paruh waktu.

Adapun, risiko terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz juga tetap tinggi, meskipun aliran minyak dari Timur Tengah diperkirakan telah pulih ke tingkat sebelum perang.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore