Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 13.45 WIB

Saham JARR dan PGUN jadi Agunan Kredit, Analis Tekankan Fundamental

ILUSTRASI: Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

ILUSTRASI: Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Keputusan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menerima saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai agunan kredit menuai sorotan di pasar saham.

Namun, langkah tersebut dinilai sebagai praktik lazim dalam dunia perbankan. Terlebih, kedua emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam itu masih membukukan laba dan memiliki fundamental keuangan yang solid.

Dikutip RM.id (Jawa Pos Group), Analis InFast Bestari, Gede Sandram, menilai penggunaan saham sebagai jaminan kredit bukanlah praktik baru di industri perbankan.

Menurut dia, bank memiliki sejumlah parameter untuk mengukur risiko sebelum menyalurkan pembiayaan, termasuk kualitas agunan dan kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.

"Penggunaan saham sebagai jaminan bukanlah praktik baru di dunia perbankan. Sangat lazim terjadi. Ingat, Bank Mandiri adalah bank pemerintah yang beraset besar. Perusahaannya sudah terbuka, pastilah mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Gede di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurut Gede, sebagai bank pelat merah dengan reputasi besar, Bank Mandiri tentu menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudential banking dalam setiap keputusan pembiayaan.

Berbagai parameter menjadi acuan sebelum bank mengucurkan kredit. Parameter tersebut antara lain rasio pinjaman terhadap nilai agunan (loan to value), pemantauan harga saham, serta kewajiban penambahan agunan apabila harga saham yang dijaminkan mengalami penurunan signifikan.

"Jadi, isu itu saya lihat memang 'digoreng-goreng'. Saya yakin umurnya enggak akan panjang karena tidak berbasiskan data," tuturnya. 

Fasilitas kredit dengan agunan saham tersebut menjadi sorotan seiring rencana Haji Isam menuntaskan akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Nilai akuisisi tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 26,1 triliun.

Hingga kini, nilai kredit yang disalurkan Bank Mandiri untuk mendukung penyelesaian akuisisi saham BYAN tersebut belum terungkap.

Editor: Bintang Pradewo
Sumber: RM.id
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore