
ILUSTRASI: Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Keputusan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menerima saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai agunan kredit menuai sorotan di pasar saham.
Namun, langkah tersebut dinilai sebagai praktik lazim dalam dunia perbankan. Terlebih, kedua emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam itu masih membukukan laba dan memiliki fundamental keuangan yang solid.
Dikutip RM.id (Jawa Pos Group), Analis InFast Bestari, Gede Sandram, menilai penggunaan saham sebagai jaminan kredit bukanlah praktik baru di industri perbankan.
Menurut dia, bank memiliki sejumlah parameter untuk mengukur risiko sebelum menyalurkan pembiayaan, termasuk kualitas agunan dan kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.
"Penggunaan saham sebagai jaminan bukanlah praktik baru di dunia perbankan. Sangat lazim terjadi. Ingat, Bank Mandiri adalah bank pemerintah yang beraset besar. Perusahaannya sudah terbuka, pastilah mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Gede di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut Gede, sebagai bank pelat merah dengan reputasi besar, Bank Mandiri tentu menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudential banking dalam setiap keputusan pembiayaan.
Berbagai parameter menjadi acuan sebelum bank mengucurkan kredit. Parameter tersebut antara lain rasio pinjaman terhadap nilai agunan (loan to value), pemantauan harga saham, serta kewajiban penambahan agunan apabila harga saham yang dijaminkan mengalami penurunan signifikan.
Baca Juga:Kualitas Udara Kota Surabaya Masuk Kategori Tidak Sehat, DLH Pastikan Tidak Dipengaruhi Karhutla
"Jadi, isu itu saya lihat memang 'digoreng-goreng'. Saya yakin umurnya enggak akan panjang karena tidak berbasiskan data," tuturnya.
Fasilitas kredit dengan agunan saham tersebut menjadi sorotan seiring rencana Haji Isam menuntaskan akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Nilai akuisisi tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 26,1 triliun.
Hingga kini, nilai kredit yang disalurkan Bank Mandiri untuk mendukung penyelesaian akuisisi saham BYAN tersebut belum terungkap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022