Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Oktober 2026 | 03.37 WIB

Danantara Targetkan Investasi 30 Miliar Dolar AS lewat  NAF 2026

Ilustrasi Danantara. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi Danantara. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com – Danantara Indonesia menargetkan mobilisasi investasi sebesar 30 miliar dolar AS melalui New Asia Forum (NAF) 2026 yang akan diselenggarakan pada 3–4 Desember 2026 di Bali. 

Forum tersebut dirancang untuk mempertemukan investor global dengan proyek strategis serta menghasilkan kesepakatan investasi yang konkret dan terukur.

Diselenggarakan di bawah patronase Presiden Prabowo Subianto, NAF 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin global, lebih dari 100 pembicara, dan 40 sesi pembahasan yang melibatkan kepala negara, pengelola dana investasi negara (sovereign wealth funds), investor institusional, perusahaan multinasional, serta lembaga pembiayaan pembangunan.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, dalam sesi Coffee Morning bersama media di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026), mengatakan forum tersebut menjadi instrumen strategis untuk menarik modal global sekaligus menempatkan Danantara sebagai mitra investasi jangka panjang.

"Mandat Danantara Investment Management adalah menarik modal swasta dan global untuk berinvestasi bersama kami di sektor-sektor strategis Indonesia. New Asia Forum adalah platform untuk mewujudkannya," ujar Pandu.

Menurutnya, NAF 2026 tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan komitmen modal, kesepakatan investasi, dan pembiayaan proyek yang dapat ditindaklanjuti.

"Di NAF, kami akan mengumumkan komitmen modal dan investasi strategis sekaligus menunjukkan bahwa Danantara Indonesia hadir sebagai anchor investor yang mampu mendorong masuknya capital berkualitas ke Indonesia," katanya.

Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menilai perubahan geopolitik dan pergeseran arus modal internasional membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu tujuan utama investasi global.

Menurut Pahala, kawasan Asia-Pasifik menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi belum memperoleh alokasi modal investasi jangka panjang yang sebanding dengan potensi pertumbuhannya.

"Fokus kami adalah mendorong long-term capital untuk melihat bahwa sesungguhnya terdapat banyak sekali kesempatan untuk menempatkan investasi di negara-negara Asia, karena justru di sinilah pusat gravitasi untuk pertumbuhan berada," ujar Pahala.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore