
ILUSTRASI. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melemah pada perdagangan Selasa (27/10), setelah ditutup melemah sebesar 1,22 persen ke level 5,373 pada perdagangan Senin (26/10).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan dalam jangka pendek, koreksi berpotensi berlanjut ke 5,181–5,325 seiring posisi IHSG yang diperkirakan masih berada pada wave (iv) dari wave [v]. Sementara itu, peluang penguatan terbuka ke area 5,460–5,651.
Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,185 - 4,915 sedangkan resistance di level 5,460- 5,563.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Senin (26/10), yakni PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DOOH), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Xplorasi Teknologi Indonesia Tbk (XPFT).
Kelima saham tersebut direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness dan Trading Buy, disertai target harga serta batas risiko yang perlu diperhatikan investor.
Saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DOOH) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham DOOH sebelumnya terkoreksi 6,98 persen ke level 240, disertai tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi DOOH saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (A). Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 222–234, dengan target harga 282 dan 306 serta stop loss di bawah 208.
Selanjutnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham MBMA sebelumnya terkoreksi 5,85 persen ke level 354, disertai tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi MBMA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 346–354, dengan target harga 408 dan 434 serta stop loss di bawah 324.
Berikutnya, saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham MINA sebelumnya terkoreksi 4,02 persen ke level 167, disertai tekanan jual dan belum mampu menembus moving average 20 (MA20).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022