
Kuliah tamu bertajuk “Bio Energi: Mimpi Menuju Ketahanan Energi” di kampus ITPLN, Jakarta, Kamis, (30/10)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Hokkop Situngkir, mengatakan, peluang kerja di bidang energi hijau (green job) masih sangat terbuka lebar. Hal ini karena seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pembangunan berkelanjutan.
Ia mendorong mahasiswa tak hanya siap bekerja di industri besar, tapi juga berani membangun startup di sektor bioenergi. “Sekarang startup energi itu lagi digemari anak muda. Teman-teman ITPLN bisa ambil peran di situ,” ujar Hokkop dalam kuliah tamu bertajuk “Bio Energi: Mimpi Menuju Ketahanan Energi” di kampus ITPLN, Jakarta, Kamis, (30/10)
Ia memaparkan data hasil kerja sama PLN EPI dengan Kementerian Dalam Negeri yang menunjukkan bahwa sekitar 70 persen pimpinan organisasi kepemudaan di Indonesia berusia 18 hingga 28 tahun. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya aktif membahas isu pembangunan berkelanjutan (sustainability development).
Hokkop menilai tren tersebut menandakan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan dan energi bersih. Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan diskusi keberlanjutan sebagai bagian dari gaya hidup.
“Kalau tongkrongan kalian enggak ngomongin sustainability development, kalian salah gaul,” ujarnya disambut tawa mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Hokkop juga menegaskan bahwa transisi energi menuju net zero emission tak akan berhasil tanpa peran aktif generasi muda. Menurutnya, bioenergi bisa menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan ketahanan energi nasional berbasis sumber daya lokal.
“Bioenergy is the future. Tapi masa depan itu hanya bisa diisi oleh orang-orang muda yang mau belajar dan berani mencoba,” katanya.
Menurutnya, Indonesia tengah duduk di atas “gunung emas hijau” yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Potensi bioenergi nasional, katanya, mencapai 140 juta ton per tahun, namun yang baru terserap untuk pembangkit listrik hanya sekitar 5 persen.
“Seluruh dunia sudah mulai mengoptimalkan bioenergi. Negara seperti Amerika, Norwegia, bahkan yang punya reaktor nuklir pun tetap mengolah sumber hayatinya jadi energi,” ucap Hokkop.
Menurut data PLN Energi Primer Indonesia, total ketersediaan biomassa di Indonesia mencapai 80,3 juta ton per tahun, dengan potensi total bioenergi hingga 140 juta ton per tahun yang bersumber dari konsesi kehutanan, limbah pertanian dan industri. Dari jumlah itu, baru 30,7 juta ton yang dimanfaatkan seperti untuk ekspor biomassa, konsumsi domestik dan co-firing PLTU.
Lebih lanjut, jelas Hokkop, potensi biomassa terbesar berasal dari Sumatera dengan 40,9 juta ton per tahun, disusul Kalimantan 17,2 juta ton, Jawa 13,8 juta ton, Sulawesi 5 juta ton, Maluku-Papua 1,8 juta ton, serta Nusa Tenggara dan Bali 1,5 juta ton per tahun. Jenis biomassa yang dominan berasal dari kelapa sawit, kayu, dan padi.
Hal senada disampaikan Pengamat Energi Ali Ahmudi. Ali menilai potensi bioenergi di Indonesia sangat banyak. Salah satu contohnya adalah minyak jelantah yang kini dikembangkan oleh Pertamina untuk bahan bakar pesawat Sustanable Aviaton Fuel (SAF). "Itu bagian dari pemanfaatan limbah nabati untuk Biofuel," ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa, menegaskan bioenergi merupakan salah satu kunci penting dalam transisi energi nasional. Ia menekankan bahwa ketahanan energi tak sekadar soal ketersediaan sumber daya, tetapi juga mencakup akses energi bagi seluruh masyarakat serta harga yang terjangkau.
“Energi disebut tahan jika tiga hal terpenuhi: energinya ada, semua masyarakat punya akses, dan harganya terjangkau,” katanya.
Iwa juga menyoroti pentingnya dukungan ekosistem energi bersih, terutama melalui program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). “Bayangkan, kebutuhan batu bara nasional untuk PLTU sekitar 125 juta ton per tahun. Jika 10 persen di antaranya dikonversi menjadi biomassa, berarti kita butuh sekitar 12 juta ton bioenergi per tahun. Ini peluang sekaligus tantangan,” tutur Iwa.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
