Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Maret 2026, 03.38 WIB

Minyak Dunia Bergejolak Imbas Perang AS-Iran: Nasib Mobil ICE Suram, EV jadi Solusi?

Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. - Image

Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

JawaPos.com - Eskalasi konflik yang meningkat di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS) membawa dampak pada harga minyak dunia. Terlebih Iran memberlakukan penyortiran terkait siapa saja yang bisa melewati Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi pintu utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Gangguan kecil saja, baik akibat konflik geopolitik maupun penutupan jalur, dapat memicu lonjakan harga minyak, krisis pasokan, hingga ketidakpastian ekonomi global, menjadikan Selat Hormuz sebagai titik krusial dalam peta perdagangan energi dunia.

Terkait hal ini, pengamat otomotif, Bebin Djuana, mengungkapkan keterkaitan mengenai konflik ini dengan mobil ICE. Menurutnya, naiknya harga minyak dunia jelas akan membawa dampak pada mobil bermesin ICE.

"Apakah mahalnya harga minyak dunia akan memengaruhi harga mobil dengan bahan bakar. Harga BBM akan naik, selain itu kelangkaan BBM menghantui banyak negara termasuk negara kita," kata Bebin saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (28/3).

Dia menjelaskan, hal ini akan membawa dampak pada produksi kendaraan ICE. Terlebih daya beli masyarakat hingga kini masih merosot.

Menurutnya, biaya produksi akan semakin naik sementara angka penjualan akan semakin buruk. Alhasil, masyarakat yang akan beralih ke EV akan semakin besar.

"Kemungkinan masyarakat beralih ke EV semakin besar, produksi dalam negeri mudah-mudahan bisa memenuhi permintaan, untuk itu dibutuhkan sikap proaktif pemerintah untuk meninjau kembali regulasi perpajakannya," ungkap dia.

"Tidak hanya EV tapi juga hybrid yang jelas mampu menghemat BBM. Hybrid yang tidak jelas penghematan BBM-nya patut dikesampingkan," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore