
Senior VP Business PT Medco Energi Internasional Tbk Iwan Prajogi dalam sesi diskusi bertema 'MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth', di IPA Convex, ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5). (dok. MEDC)
JawaPos.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencetak peningkatan produksi migas hingga 18 persen pada kuartal I 2026, menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Emiten bursa dengan kode ticker MEDC tersebut juga melanjutkan pengembangan proyek gas strategis, ekspansi ketenagalistrikan, dan pertumbuhan energi terbarukan di tengah ketidakpastian geopolitik global, disrupsi rantai pasok, dan volatilitas pasar energi dunia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam IPA Convex 2026 yang mengusung tema ‘50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth’, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5). Senior VP Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi mengatakan, pada kuartal I 2026, perusahaan mampu membukukan produksi migas sebesar 170 mboepd, naik 18 persen dibandingkan periode sama 2025.
"Produksi migas pada kuartal I 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," ujar Iwan dalam sesi diskusi bertema 'MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth'.
Lebih lanjut Iwan menyampaikan bahwa perseroan berada pada posisi yang kuat untuk terus berkontribusi pada kebutuhan energi Indonesia. Menurutnya, keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio yang seimbang, serta kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional," tambah Iwan.
Sejumlah proyek terus dikembangkan, seperti pengembangan gas di Sumatera Selatan. Corridor PSC berproduksi penuh dengan kepemilikan 70 persen, yang menopang peningkatan produksi migas MedcoEnergi secara signifikan sejak tahun lalu.
Sementara Sakakemang PSC bergerak menuju Final Investment Decision (FID) pada kuartal III 2026 dengan produksi perdana ditargetkan 2027. Di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini.
Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstream Kuartal II 2026. Perusahaan migas yang didirikan Arifin Panigoro ini juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia bersama Petronas, yang akan efektif pada September 2026.
Dalam panduan kinerja 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas pada kisaran 165–170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd). Target tersebut mencerminkan level produksi tertinggi yang pernah dicapai Perseroan sepanjang sejarah operasionalnya
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
