
Ilustrasi minyak mentah dunia.
JawaPos.com – Harga minyak dunia kembali fluktuatif, setelah sempat turun lebih 5 persen kini tercatat melonjak tajam lebih dari 3 persen setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz.
Mengutip The Economic Times, minyak mentah Brent yang menjadi patokan global tercatat naik lebih dari 3 persen hingga menyentuh USD 91,71 per barel pada perdagangan Kamis (28/5).
"Lonjakan tersebut terjadi setelah muncul laporan mengenai serangan terbaru AS terhadap target militer Iran di sekitar Selat Hormuz," bunyi laporan itu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan udara AS sekitar pukul 04.50 waktu setempat. Informasi itu disampaikan kantor berita semi-resmi Tasnim, namun IRGC belum mengungkap lokasi pasti pangkalan yang menjadi sasaran.
Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat mengungkapkan pasukan Komando Pusat AS berhasil menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran yang dianggap mengancam keamanan di sekitar Selat Hormuz. Militer AS juga dilaporkan menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang disebut tengah bersiap meluncurkan drone kelima.
Eskalasi terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah militer AS melakukan apa yang disebut sebagai “serangan bela diri” di Iran selatan. Operasi tersebut menargetkan kapal-kapal yang diduga berupaya memasang ranjau di jalur pelayaran strategis dan lokasi peluncuran rudal.
Di sisi lain, Komando Pusat AS menyebut operasi itu dilakukan demi melindungi pasukan Amerika serta menjaga keamanan jalur pelayaran komersial internasional. Menanggapi serangan tersebut, IRGC menegaskan pihaknya akan membalas pelanggaran gencatan senjata setelah mendeteksi drone AS dan jet tempur F-35 memasuki wilayah udara Iran.
Seorang pejabat AS mengatakan serangan terbaru Washington difokuskan pada fasilitas militer Iran yang diyakini mengancam pasukan Amerika dan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran kini “bernegosiasi dengan sisa-sisa bahan bakar”.
Sementara itu, Bank investasi Swiss UBS turut memperingatkan tekanan terhadap pasar minyak global semakin besar akibat menyusutnya persediaan minyak dunia di tengah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!
Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022