
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan turunnya harga minyak mentah dunia tidak otomatis menyebabkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena terdapat proses yang cukup panjang dari minyak mentah menjadi BBM yang siap dikonsumsin oleh masyarakat.
“Tren harga minyak mentah tidak otomatis merubah harga jual BBM di dalam negeri di saat yang bersamaan, ada jeda waktu demikian juga saat harga naik. Hal ini karena ada tahap/proses lanjutan setelah harga internasional berubah,” ujar Roberth saat dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (17/6).
Baca Juga: 3 Weton yang Hidupnya Diberkahi Kekayaan, Tahun 2026 Harta Bendanya Makin Bertambah Banyak
Roberth mengatakan, harga BBM di dalam negeri mengacu pada harga minyak dunia dalam kurun waktu 1 bulan. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa Pertamina telah menahan harga Pertamax cukup lama.
Pasalnya, perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terjadi sejak Februari 2026 membuat harga minyak mentah dunia melonjak cukup signifikan hingga mencapai level tertinggi di harga diatas USD 100 per barel.
”Harga Pertamax sebagai contoh telah melalui periode waktu dimana harga keekonomiannya dipertahankan dengan harga lama, hal ini berbeda dengan harga Solar Non Subsidi yang memang mengikuti harga pasar,” ujarnya.
Roberth melanjutkan, Pertamina membuka kemungkinan harga BBM jenis Pertamax akan turun mengikuti tren turunnya harga minyak mentah dunia hingga berada pada harga dibawah USD 80 per barel.
“Tentunya karena Pertamax adalah BBM Non Subsidi, maka kemungkinan / pasibility harga akan fluktuatif adalah benar. Bisa juga Turun Harga,” ucapnya.
Ia berharap kondisi konflik di timur tengah san kondisi geopolitik dapat segera membaik, Hal ini akan dapat berdampak pada kembali normalnya kondisi harga minyak dunia.
“Yang akan berdampak pada penurunan harga minyak dunia, menguatnya posisi mata uang, dan harga jual BBM Non Subsidi dapat sesuai harga normal dan dapat diturunkan sesuai kondisi harga pasar,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022