
Ilustrasi pabrik petrokimia. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai Indonesia tidak lagi dapat mengandalkan sektor minyak dan gas bumi (migas) sebagai sumber pemasukan untuk negara. Pasalnya, defisit di sektor migas sudah terjadi sejak Indonesia menjadi net importer pada awal 2000-an.
Sebagaimana diketahui, Defisit migas yang melebar hingga USD 3,76 miliar menyeret neraca perdagangan nasional ke zona negatif sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026.
“Sudah jadi net importer itu 2003 atau berapa itu ya. Nah sehingga kalau misalnya hanya mengacu pada migas itu pasti defisit. Nah, memang masih ada harapan lain itu,” ujar Fahmy kepada JawaPos.com, Senin (6/7).
Fahmy mengatakan, kontribusi ekspor migas semakin menurun seiring dengan terbatasnya produksi dalam negeri. Sementara itu, harga komoditas migas dan batu bara di pasar global juga dinilai tidak menunjukkan kenaikan signifikan, termasuk saat terjadi konflik global yang biasanya mendorong lonjakan harga energi.
"Batu bara itu juga harga di pasar dunia itu memang tidak naik secara signifikan tadi. Nah itulah yang kemudian menyebabkan defisit di bidang migas tadi," ujarnya.
Ia memperkirakan kondisi tersebut diperkirakan akan terus berlanjut karena ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) tidak dapat menjadi tumpuan jangka panjang bagi pendapatan negara.
Menurutnya, upaya yang selama ini dilakukan seperti pembatasan produksi komoditas tertentu tidak selalu efektif mendorong kenaikan harga global, bahkan dapat menimbulkan dampak lain di dalam negeri, seperti gangguan pasokan energi.
"Jadi, kalau kemarin pemadaman bergilir itu menurut saya masalah utamanya juga kekurangan pasokan batu bara tadi," ucapnya.
Lanjutnya, keterbatasan sektor SDA yang bersifat tidak terbarukan telah membuat produksi minyak nasional terus menurun dan sulit ditingkatkan meski telah dilakukan berbagai upaya optimalisasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Dari Proyek Televisi ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Como 1907
KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Manajer Persipura Pasang Target Tinggi, Enam Poin Jadi Harga Mati di Dua Laga
Prediksi Skor Sevilla vs Osasuna: Los Rojillos Bidik Poin, Rekor Arrasate Jadi Ancaman!
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs PSM Makassar: Juku Eja Paksa Berbagi Poin!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022