Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 20.08 WIB

Gandeng Keppel dan Sembcorp, BPI Danantara Pimpin Ekspor Listrik Hijau ke Singapura

Listrik hijau (ramah lingkungan) dari PLN diminati oleh beberapa perusahaan industri kenamaan di Indonesia. (Humas PLN UID Jatim) - Image

Listrik hijau (ramah lingkungan) dari PLN diminati oleh beberapa perusahaan industri kenamaan di Indonesia. (Humas PLN UID Jatim)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memimpin kerja sama perdagangan listrik lintas batas atau Cross-Border Electricity Trade (CBET) dengan Singapura.

Sebagai tindak lanjut, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani dua nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Keppel Electric dan Sembcorp Utilities, untuk menjajaki kerja sama pembelian listrik rendah karbon dari Indonesia.

Selain itu, Danantara juga menandatangani MoU dengan Singapore Energy Interconnections (SGEI) untuk memfasilitasi pertukaran informasi serta menjajaki kerja sama pada aspek komersial dan teknis dalam pengembangan interkoneksi listrik lintas batas.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, berharap proyek-proyek dengan kapasitas sedikitnya 3,4 gigawatt (GW) dapat terealisasi secara komersial pada tahun 2035.

“Proyek tersebut akan memperkuat konektivitas energi dan mendukung dekarbonisasi di kedua negara, sekaligus mendorong investasi baru dan menciptakan lapangan kerja di sektor energi bersih Indonesia,” ujar Rosan dalam keterangan yang diterima, Selasa (7/7).

Ia mengatakan, untuk mendukung proyek-proyek tersebut, kedua negara akan menyusun kerangka regulasi, kebijakan, serta persyaratan yang berkaitan dengan perdagangan listrik lintas batas, termasuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sesuai tahapan dan target waktu yang telah disepakati.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan berbagai prioritas regulasi dan infrastruktur di pihak kami agar proyek ini dapat berjalan sebelum akhir decade,” ujarnya.

Rosan mengatakan, proyek ini merupakan katalis bagi industrialisasi hijau Indonesia. Interkoneksi dengan Singapura hanyalah salah satu wujud dari transformasi strategis yang jauh lebih besar.

“Dengan membangun interkoneksi ini, Indonesia bercita-cita menjadi salah satu motor utama ASEAN Power Grid bersama Singapura, sekaligus membuktikan bahwa dekarbonisasi kawasan dan pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi dapat berjalan secara bersamaan,” ucapnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore