Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 20.06 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Menkeu Purbaya Was-was Harga Minyak Melonjak Tinggi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku khawatir akan lonjakan harga minyak dunia yang terlalu tinggi akibat konflik Timur Tengah yang masih berlanjut.

Sebab, lonjakan harga minyak berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk memberikan stimulus. Namun, ia mengaku sudah mempersiapkan strategi agar fiskal APBN tetap bertahan dari guncangan geopolitik.

"Tadinya kan ketika saya harap harga minyak turun ke 70 (dolar AS per barel), sebelumnya kan anggaran saya hitung dengan harga 100 (dolar AS per barel), jadi saya ada uang lebih gara-gara dipakai untuk mendorong perkembangan ekonomi. Sekarang mungkin jadi uangnya agak berkurang, jadi saya harus hati-hati lagi," ujar Purbaya usai menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Rabu (22/7).

Meski demikian, Purbaya meyakini perekonomian Indonesia akan tetap membaik meski konflik di Timur Tengah terus berlanjut. Menurut dia, daya tahan ekonomi Indonesia ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga.

"Jadi ekonomi (Indonesia) akan terus membaik ke depan, walaupun global economic gonjang-ganjing. Kenapa? Karena 90 persen ekonomi kita didorong oleh domestic demand," ujar dia.

Adapun konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran saat ini terus berlanjut.

Teranyar, seperti laporkan Sputnik, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang pusat data milik perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Amazon, di Bahrain sebagai balasan atas serangan militer AS terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin.

"Dalam pernyataan pada Selasa, IRGC menyebut beberapa rudal jelajah diluncurkan ke infrastruktur pusat data utama milik Amazon di Bahrain sehingga mengakibatkan kerusakan yang signifikan," kata IRGC dalam pernyataan pers pada Selasa.

Sebelumnya, pada Minggu (19/7), media melaporkan bahwa militer AS menyerang lokasi pembangunan PLTN di Kota Darkhovin, Iran.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore